Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
8 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
4 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
4 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Ancaman di Bawah Pemukiman Situjuah, Ahli Geologi Ingatkan Potensi Perluasan Sinkhole

Ancaman di Bawah Pemukiman Situjuah, Ahli Geologi Ingatkan Potensi Perluasan Sinkhole
Rabu, 11 Februari 2026 10:17 WIB

LIMA PULUH KOTA – Warga Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, kini dihantui ancaman dari bawah tanah. Fenomena tanah ambles atau sinkhole yang muncul sejak awal tahun di kawasan vulkanik ini diduga kuat dipicu oleh keberadaan sungai bawah tanah yang terus menggerus struktur tanah di bawah pemukiman.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebut fenomena di Jorong Tepi ini sebagai pseudokarst atau kars semu. Hal ini menjadi perhatian serius karena skala lubang yang terbentuk jauh lebih besar daripada temuan-temuan sebelumnya di wilayah lain.

"Yang pernah kita temukan itu kecil dengan diameter 3 meter dan kedalaman 4 meter. Sementara sinkhole Situjuah berdiameter 7,4 meter dengan kedalaman mencapai 8 meter," jelas ahli geologi teknik Badan Geologi, Taufiq Wira Buana, Selasa (10/2/2026).

Tim peneliti kini tengah memacu pencarian titik koordinat sungai bawah tanah untuk memetakan radius bahaya. Keberadaan aliran air di bawah material endapan gunung api ini menjadi faktor utama yang membuat tanah kehilangan daya tumpunya secara tiba-tiba.

"Saat ini kami sedang fokus memastikan keberadaan sungai bawah tanah termasuk memastikan apa saja permasalahannya," ujar Taufiq Wira Buana.

Penelitian tahap kedua yang dijadwalkan rampung pada Rabu (11/2/2026) ini menggunakan perangkat canggih untuk mendeteksi rongga yang tersembunyi. Langkah ini sangat krusial mengingat adanya indikasi bahwa sinkhole Situjuah masih berpotensi melebar dan mengancam keamanan bangunan di sekitarnya.

Tim ahli juga telah mengambil sampel air untuk diuji di laboratorium di Bandung guna memastikan asal-usul sumber air yang mengalir di bawah rongga tersebut. Data yang lebih presisi diharapkan dapat segera keluar untuk menentukan apakah warga di sekitar lokasi perlu direlokasi atau cukup dilakukan penguatan struktur tanah.

Ketidakpastian geologi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat setempat. Peneliti mengimbau warga untuk segera melaporkan jika menemukan retakan baru di sekitar lokasi amblesan agar mitigasi bencana dapat dilakukan secepat mungkin sebelum korban jiwa berjatuhan.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww