Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
![]() |
| Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau, Khairul Rizal. |
Kepadatan lalu lintas umumnya terpantau memanjang dari persimpangan Mal Living World, Mal SKA, melintasi U-turn RS Hermina, hingga ke arah Tugu Songket. Situasi ini membuat para pengguna jalan, khususnya pekerja yang pulang di sore hari, harus mencari siasat agar tidak terjebak dalam antrean panjang.
Warga Jalan Kartama, Khairul Alim menuturkan bahwa simpul antrean paling padat mulai terasa menjelang magrib atau sekitar pukul 16.30 WIB. Volume kendaraan dari arah pusat kota menuju kawasan Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) terus merayap setiap harinya.
"Kalau jam pulang kerja macetnya lumayan panjang, mulai dari simpang lampu merah Mal LW dan SKA hingga arah Umri, lalu RS Hermina sampai Tugu Songket dekat Terminal AKAP," jelasnya, Rabu (28/10/2026).
Keluhan serupa diungkapkan Santi, warga yang berdomisili di kawasan Panam. Ia terpaksa melintas lebih awal sebelum pukul 16.00 WIB atau menunda perjalanan hingga malam hari selepas isya demi menghindari titik kepadatan tersebut.
"Kalau pulang kerja harus atur waktu. Semoga proyek pelebaran U-turn ini cepat selesai dan lalu lintas kembali lancar," keluhnya.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PKPP Riau, Khairul Rizal meminta masyarakat bersabar selama proses pengerjaan konstruksi berlangsung. Saat ini, kemajuan fisik proyek pelebaran dan penambahan lajur jalan dalam kota tersebut sudah menyentuh angka 42,6 persen.
"Intinya, kami mohon masyarakat bersabar dan biarkan kami berprogres. Insyaallah pada 1 Januari 2027 nanti sudah ada perubahan lalu lintas di kawasan tersebut dan hasil penataan ini bisa dimanfaatkan," terangnya.
Pekerjaan infrastruktur yang dibiayai dari APBD Provinsi Riau Tahun 2026 senilai Rp36,87 miliar ini ditargetkan tuntas dalam 121 hari. Fokus pengerjaan mencakup dua zona utama, yakni koridor Jalan HR Soebrantas Panam dan kawasan Simpang SKA.
Khairul Rizal juga meluruskan anggapan sebagian masyarakat yang menilai penataan U-turn di depan RS Hermina justru mempersempit badan jalan. Ia menjamin geometri jalan di kawasan tersebut diperlebar secara signifikan untuk menampung lebih banyak kendaraan.
"Kami tidak memperkecil geometri jalan. Justru kami menambah lebar jalan, jadi setelah pekerjaan selesai, kapasitas jalan akan lebih besar," tegasnya.
Secara teknis, ruas jalan di depan RS Hermina yang sebelumnya hanya selebar 7,2 meter akan diperluas menjadi 17 meter di titik pengerjaan. Ruas baru ini terbagi atas 10 meter untuk lajur lurus dan 7 meter khusus bagi kendaraan yang akan berputar arah.
"Tujuan utamanya mengurai kemacetan, termasuk menghilangkan penumpukan di bawah flyover SKA. Kami mohon masyarakat bersabar karena pekerjaan ini masih berproses," tambahnya.
Sebagai informasi, penataan difokuskan pada empat titik putar balik. Dua lokasi berada di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di depan Daikin dan Lotte Mart. Sementara dua lainnya di Jalan Tuanku Tambusai, yakni di depan RS Hermina dan Masjid RJ. Proyek ini juga meliputi perbaikan geometri tikungan di sekitar Mal Living World, dengan target penyelesaian menyeluruh pada Desember 2026. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Kategori | : | Kabar Bertuah, Binawidya |











