Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
9 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
6 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
6 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Ekskul Renang Berujung Duka, Guru dan Pemilik Yayasan Akan Diperiksa

Ekskul Renang Berujung Duka, Guru dan Pemilik Yayasan Akan Diperiksa
Ilustrasi (net)
Rabu, 13 Agustus 2025 15:51 WIB

BEKASI – Kegiatan ekstrakurikuler renang di SDIT Ibnul Jazari, Babelan, Kabupaten Bekasi, berubah menjadi tragedi. Dua siswa kelas satu, KBW (laki-laki) dan FAP (perempuan), meninggal dunia diduga akibat tenggelam pada sesi perdana pelajaran renang, Senin (11/8/2025).

Kasubid Penmas Bid Humas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, menyebut insiden terjadi setelah jam pelajaran reguler. Sekitar pukul 14.30 WIB, orang tua korban menerima telepon dari guru pendamping dan kepala sekolah untuk segera menuju RS Viola Pondok Ungu Permai. Saat tiba, kedua anak sudah dinyatakan meninggal dunia.

Informasi awal mengungkap wali murid dilarang mendampingi anak saat ekskul, sehingga pengawasan sepenuhnya berada di tangan guru. “Pada saat mengikuti ekskul renang, wali murid tidak diperbolehkan ikut mendampingi dan hanya didampingi oleh guru Yayasan SDIT Ibnul Jazari,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).

Polisi yang mendatangi yayasan dan rumah pemiliknya, AS, mengaku tidak mendapat respons kooperatif. Penyidik kini menjadwalkan pemeriksaan terhadap pemilik yayasan, kepala sekolah, dan guru pendamping untuk menelusuri potensi kelalaian prosedur keselamatan. 

Tragedi ini menyoroti pentingnya standar keamanan ketat dalam kegiatan ekstrakurikuler, terutama untuk siswa usia dini. Aparat memastikan proses hukum akan berjalan demi mengungkap tanggung jawab pihak yang terlibat. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tvonenews.com
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww