Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
8 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
5 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
5 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Realisasi MBG di Sumbar Tersendat, DPR Dorong Kolaborasi Atasi Hambatan Infrastruktur

Realisasi MBG di Sumbar Tersendat, DPR Dorong Kolaborasi Atasi Hambatan Infrastruktur
Rabu, 13 Agustus 2025 14:08 WIB

PADANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatra Barat dinilai berjalan lamban, dengan persoalan infrastruktur disebut sebagai penghambat utama. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menilai kondisi ini membuat Sumbar tertinggal dibandingkan daerah lain yang sudah lebih cepat merealisasikan program tersebut.

“Anggaran ada, tapi infrastrukturnya belum memadai. Sumbar ini saya lihat tidak maju-maju, pertumbuhan ekonominya terendah kedua di Sumatra, makanya infrastrukturnya seperti ini,” kata Andre usai meninjau pelaksanaan MBG di SDN 24 Padang, Selasa (12/8/2025).

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, program MBG memiliki pagu Rp71 triliun dalam DIPA Badan Gizi Nasional tahun anggaran 2025, dengan target penerima mencapai lebih dari 15,5 juta orang di seluruh Indonesia. Sasaran program mencakup pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Andre menegaskan percepatan realisasi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga perbankan dan swasta. “Harus bersabar, tapi juga harus bergerak. MBG akan terus diusahakan menyebar ke seluruh desa secara bertahap,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menjelaskan saat ini di Kota Padang sudah ada tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi, menyalurkan bantuan kepada 6.316 penerima manfaat. Tujuh SPPG lainnya ditargetkan aktif pada Agustus atau September 2025.

Maigus menekankan pentingnya akurasi data penerima untuk memastikan manfaat program tepat sasaran. Ia juga menyebut form penilaian keberhasilan program akan dibuat untuk mengukur dampak nyata sesuai indikator yang ditetapkan Presiden Prabowo. “Presiden sangat serius. Anggaran 2025 sudah Rp200 triliun, dan akan naik lagi di 2026 untuk MBG,” ujarnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:bisnis.com
Kategori:Balai Kota, Parlemen, Hukum, Binawidya, Kulim
wwwwww