Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
2
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
3
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
11 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
8 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
8 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Pemilu 2024, Pengamat: Jalan Terjal Politik PKB

Pemilu 2024, Pengamat: Jalan Terjal Politik PKB
Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar. (Foto: Istimewa)
Kamis, 05 Mei 2022 18:36 WIB
JAKARTA - Pemilu 2024 diprediksi akan menjadi jalan terjal bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan berpotensi dicueki oleh mitra koalisinya akibat isu tunda pemilu yang dihembuskan oleh Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam mengatakan, Cak Imin selaku Ketua Umum PKB mulai kehilangan pamor pasca Nahdlatul Ulama (NU) secara terang-terangan tidak akan berafiliasi kepada PKB. Bahkan, NU justru nampak terlihat lebih mesra dengan PPP pimpinan Suharso Monoarfa.

"Terlebih lagi usulan tiga periode yang coba digembar-gemborkannya justru tidak didukung oleh publik, dan justru berseberangan dengan pemilih rasional yang nyata-nyata menolak usulan Cak Imin tersebut," ujar Saiful, Kamis (5/5/2022).

Sehingga menurut Saiful, Pemilu 2024 akan menjadi perjalanan terjal bagi PKB, karena selain NU sudah tidak lagi mesra, juga isu perpanjangan jabatan Presiden Joko Widodo dan penundaan pemilu akan terus menggerus suara PKB.

"Di mana hal tersebut sangat bertolak belakang dengan harapan publik. Bukan tidak mungkin suara PKB akan dikalahkan oleh suara PPP kalau PKB tidak mampu mengelola psikologis pemilih utamanya yang berasal dari Nahdliyin," katanya.

Menurut Saiful, PPP nampak lebih lembut memainkan pendekatan yang lebih baik, dan tidak cenderung menyerukan isu-isu yang tidak populis bagi publik.

"Bukan tidak mungkin pula mitra koalisi makin mencueki PKB kalau isu-isu yang dihembuskan tidak mendapat dukungan publik," pungkas Saiful.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen, Binawidya
wwwwww