Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
2
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
3
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
22 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
22 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
6
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Gelanggang
DETEC International Junior Championship 2026

Juara Ganda Putra Bersama Mika, Komang: Rasanya Seru Bermain Lagi Bersama

Juara Ganda Putra Bersama Mika, Komang: Rasanya Seru Bermain Lagi Bersama
Komang Bagus Wahyu Purustama. (Ist)
Jum'at, 05 Juni 2026 23:21 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SUKOHARJO - Duet putra Indonesia, Komang Bagus Wahyu Purustama (14 tahun) dan Joachim Mika Gunawan, (17) menjuarai turnamen DETEC International Junior Championship, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (5/6/2026).

Bertanding di Stadion Tenis Gelora Merdeka, unggulan kedua ganda putra mengatasi unggulan pertama, Rafa Jeconia Verdasco Mangunsong (16) dan Alfaradu Sumirat (17) dalam dua set langsung, 7-6(2), 6-3.

"Pertandingannya berlangsung sengit. Di set pertama, Alfa sama Rafa bermain nge-press. Aku enggak siap buat ngembaliin pukulannya. Balasanku kebanyakan out atau net. Kadang-kadang aja masuknya. Untungnya bisa fokus di tie break. Terus di set kedua, Rafa kram kaki. Jadi, kami fokus buat nyelesaiin pertandingan dengan lebih cepat, enggak mati sendiri dan main lebih rapih," ujar Komang, atlet binaan Kentoeng Tennis Academy Sukoharjo ini.

Gelar ganda di atas memiliki arti yang berbeda bagi kedua petenis belia. Mika meraih gelar ITF (International Tennis Federation) untuk pertama kalinya. Komang, lebih istimewa lagi, menyapu bersih gelar ganda turnamen bertitel resmi ITF J30 Sukoharjo--pada pekan pertama, Komang juara dengan menggandeng Rangga Wisnu Kresna Rafansyah (18).

"Saya sangat bangga dengan pencapaian ini. Rasanya seru kembali bermain bareng Mika. Kami lebih kompak, bisa saling melengkapi dalam pertandingan. Saya belajar dan evaluasi pas main bareng pertama kali di ITF Jakarta. Jadi, ketika Mika ngajak lagi setelah saya pulang dari Davis Cup, saya langsung mengiyakan ajakan," ujar Komang, siswa SMPN 1 Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah ini

Senada, Mika juga menyanjung penampilan Komang sepanjang berduet di seri kedua. Mika menilai Komang adalah petenis yang komplit. Backhand dan forehand Komang, menurutnya, sama baik.

"Tangannya Komang itu istimewa. Enak mainnya," papar Mika, siswa Life Community School, Jakarta Barat.

Komang pun enggan langsung berpuas diri. Petenis asal Bali mengungkapkan bahwa pencapaian ini memotivasinya untuk berlatih lebih giat. Dirinya bertekad untuk meningkatkan prestasi supaya bisa bertanding di luar negeri, pada kasta turnamen ITF yang lebih tinggi.

Sementara itu, Rafa Jeconia mesti meregulasi kekecewaannya atas kekalahan di final ganda putra. Pasalnya, Rafa akan menjalani ulangan final tunggal pekan pertama. Ia  kembali menantang petenis asal Amerika, Brandon Putra, pada final tunggal putra ajang entry level ITF.

Sayangnya, prestasi petenis putra tidak direplikasi petenis putri. Harapan terakhir tuan rumah, duet Kaylee Tandjung (16) dan Quirina Trea (16) kembali menempati posisi runner up, seperti capaian pekan pertama. Mereka mesti mengakui ketangguhan unggulan teratas dari Taiwan-Tiongkok, Ke Chieh Hsu dan Xinran Yan, 1-6, 2-6 pada partai final.

Kedua juara ganda putri di atas pun akan memperebutkan podium tertinggi tunggal putri. Dalam partai final ideal, kedua petenis Asia Timur sama-sama mengincar trofi tunggal ITF perdananya. ***

wwwwww