Andre Rosiade: KRL 12 Gerbong Segera Beroperasi, Jangkauan Commuter Line Akan Semakin Luas
![]() |
| Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade. (Ist) |
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
Menurut Andre, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjawab pertumbuhan jumlah pengguna transportasi massal yang terus meningkat setiap tahun, khususnya di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
"Kami terus mendorong peningkatan kualitas layanan transportasi publik agar masyarakat mendapatkan layanan yang lebih nyaman, aman, dan berkapasitas besar.
Salah satunya melalui pengoperasian rangkaian 12 gerbong dan pengembangan rute layanan KRL," kata Andre dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, peningkatan kapasitas KRL merupakan hasil koordinasi dan pengawasan yang dilakukan Komisi VI DPR RI bersama Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Andre menilai keberadaan rangkaian 12 gerbong akan menjadi solusi untuk mengurangi kepadatan penumpang, terutama pada jam sibuk ketika mobilitas masyarakat berada pada titik tertinggi.
Pengoperasian SF12 memungkinkan kereta mengangkut lebih banyak penumpang dibandingkan rangkaian yang saat ini digunakan pada sejumlah lintasan Commuter Line.
Dengan kapasitas yang lebih besar, distribusi penumpang di berbagai stasiun utama diharapkan menjadi lebih optimal.
Selain meningkatkan kenyamanan perjalanan, langkah tersebut juga diyakini dapat mendukung efisiensi operasional transportasi perkotaan.
Andre mengatakan peningkatan kapasitas transportasi massal menjadi kebutuhan mendesak mengingat KRL telah berkembang menjadi salah satu moda transportasi utama bagi masyarakat Jabodetabek.
"KRL saat ini menjadi tulang punggung mobilitas jutaan warga setiap hari. Karena itu, penguatan kapasitas dan kualitas layanan harus terus dilakukan secara berkelanjutan," ujarnya.
Selain menambah kapasitas angkut, pemerintah dan operator juga disebut tengah menyiapkan pengembangan jaringan layanan agar jangkauan KRL semakin luas.
Menurut Andre, perluasan rute akan memberikan akses transportasi yang lebih baik bagi masyarakat di kawasan penyangga Jakarta sekaligus memperkuat konektivitas antardaerah.
Ia menilai pengembangan jaringan transportasi berbasis rel memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemacetan, dan meningkatkan produktivitas masyarakat.
"Transportasi publik yang kuat bukan hanya soal mobilitas, tetapi juga berkaitan dengan efisiensi ekonomi dan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan," katanya.
Andre menegaskan Komisi VI DPR RI akan terus mengawal berbagai program pengembangan transportasi publik agar berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut dia, modernisasi layanan KRL harus menjadi bagian dari strategi besar pembangunan transportasi nasional yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Dengan hadirnya rangkaian SF12 dan perluasan jaringan layanan, masyarakat diharapkan dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman, kapasitas yang lebih besar, serta akses transportasi yang semakin luas.
"Harapan kami, peningkatan layanan ini dapat menjadikan KRL semakin diminati masyarakat dan mampu menjawab kebutuhan mobilitas yang terus berkembang," ujar Andre. ***











