Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
7 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
4 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Home  /  Berita  /  Kuliner

Ketegangan Timur Tengah Meningkat Usai Kapal Super Tanker Teheran Lolos dari Penjagaan AS

Ketegangan Timur Tengah Meningkat Usai Kapal Super Tanker Teheran Lolos dari Penjagaan AS
Sebuah kapal berlayar di Selat Hormuz, tepatnya di lepas pantai Oman.
Jum'at, 17 April 2026 16:39 WIB

TEHERAN - Tembok pemblokiran laut yang dikomandoi oleh militer Amerika Serikat di Selat Hormuz ternyata memiliki celah. Sebuah kapal super tanker asal Iran yang sedang berada di bawah sanksi Washington berhasil menembus perairan Teluk. Insiden ini menyoroti rapuhnya pengawasan perairan di tengah perselisihan tajam antara kedua negara.

Pergerakan armada tersebut dikonfirmasi secara langsung oleh data shipping kawasan dari LSEG dan Kpler. Kapal jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) bernama RHN yang berkapasitas angkut hingga dua juta barel minyak ini terpantau memasuki perairan Teluk, Rabu (15/4/2026). Kantor berita Fars News Agency melaporkan bahwa armada tak bermuatan itu tengah melaju menuju pelabuhan Imam Khomeini di teritorial Iran.

Penjagaan ketat ini bermula usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendeklarasikan blokade militer, Minggu (12/4/2026). Keputusan tegas ini diambil sebagai buntut dari gagalnya perundingan damai dengan Teheran di Islamabad pada akhir pekan sebelumnya. Otoritas Komando Pusat AS atau CENTCOM yang memimpin operasi di Timur Tengah sempat sesumbar atas keberhasilan mereka menutup jalur pelayaran vital tersebut.

"Sedikitnya 10 kapal telah dipaksa berbalik arah dan tidak ada kapal yang menerobos sejak dimulainya blokade," klaim perwakilan CENTCOM melalui unggahan di media sosial X, Senin (13/4/2026).

Fakta di lapangan justru mematahkan klaim sepihak militer tersebut. Sehari sebelum masuknya VLCC RHN, kapal super tanker Iran lainnya yakni VLCC Alicia juga sukses membelah perairan Selat Hormuz menuju wilayah Irak. Kedua kapal raksasa ini memiliki rekam jejak panjang sebagai armada utama pengangkut minyak Iran dalam beberapa tahun terakhir. Di sisi lain, blokade tetap berdampak pada armada lain seperti kapal tanker Rich Starry yang dipaksa memutar arah kembali ke perairan Teluk, Rabu (15/4/2026), selang sehari usai mencoba keluar dari area tersebut.

Merespons memanasnya eskalasi di urat nadi perdagangan dunia ini, Teheran menyodorkan penawaran kompromi. Otoritas Iran mempertimbangkan untuk membuka akses berlayar bebas bagi kapal-kapal komersial melalui sisi Oman di Selat Hormuz tanpa bayang-bayang risiko serangan militer. Langkah pelonggaran ini diajukan sebagai bagian dari proposal negosiasi dengan Washington, asalkan terdapat kesepakatan kuat untuk membendung letusan konflik bersenjata yang baru.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Kuliner
wwwwww