Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
7 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
4 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Home  /  Berita  /  Kuliner

Tiga Pelaut Indonesia Hilang Misterius Buntut Meledaknya Kapal Musaffah 2

Tiga Pelaut Indonesia Hilang Misterius Buntut Meledaknya Kapal Musaffah 2
Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah memberikan keterangan pers di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (8/1/2026). (Foto: Antara)
Minggu, 08 Maret 2026 07:19 WIB

JAKARTA - Tiga pekerja asal Indonesia masih berstatus hilang setelah kapal tugboat bernama Musaffah 2 meledak dan karam di perairan Selat Hormuz. Peristiwa tragis ini berlangsung di kawasan antara perairan Persatuan Emirat Arab (PEA) dan Oman, Jumat (6/3/2026) dini hari pukul 02.00 waktu setempat.

Kapal niaga berbendera PEA tersebut diketahui mengangkut total tujuh awak kapal yang berasal dari Indonesia, India, dan Filipina. Sebanyak empat pekerja di antaranya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), di mana satu orang berhasil selamat dari insiden maut tersebut.

"Satu WNI selamat sedang mendapat perawatan luka bakar di Rumah Sakit di Kota Khasab, Oman. Sedangkan tiga WNI lainnya masih terus diupayakan pencarian oleh otoritas setempat," jelas Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, Sabtu (7/3/2026).

Di tengah proses evakuasi, Heni memastikan terdapat satu pelaut Indonesia lainnya yang kebetulan berada di lokasi kejadian namun menumpangi kapal berbeda dan dipastikan selamat. Terkait nasib tiga korban yang belum ditemukan, Perwakilan Republik Indonesia di PEA dan Oman terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak berwenang serta perusahaan pengelola, Safeen Prestige.

Langkah cepat ini ditujukan untuk memberikan jaminan perawatan medis bagi korban selamat sekaligus mengabarkan kepastian nasib para pelaut kepada keluarga mereka di tanah air.

"Kementerian Luar Negeri juga mendorong penyelidikan menyeluruh atas insiden ini," paparnya.

Tragedi meledaknya kapal ini tak lepas dari situasi keamanan yang kian mencekam di jalur perdagangan minyak dunia tersebut. Pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) alias Garda Revolusi Iran telah menutup rapat Selat Hormuz sebagai aksi balasan atas serangan Amerika Serikat dan Zionis Israel yang menewaskan Pimpinan Tinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

"Saat ini dilakukan penutupan Selat Hormuz oleh pasukan IRGC menyusul agresi terhadap Iran," ungkap Brigadir Jenderal IRGC, Ibrahim Jabari, Minggu (1/3/2026).

Peringatan larangan melintas bagi kapal-kapal komersial juga dibenarkan oleh pejabat misi Angkatan Laut Uni Eropa, Apsides, melalui siaran radio VHF Garda Revolusi Iran. Merespons ancaman keamanan serius ini, Kementerian Perkapalan Yunani langsung mengeluarkan perintah tegas agar seluruh armada pengangkut minyak menghindari rute rawan yang mencakup Teluk Persia, Teluk Oman, serta Selat Hormuz.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Kuliner
wwwwww