Tiga Pelaut Indonesia Hilang Misterius Buntut Meledaknya Kapal Musaffah 2
![]() |
| Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah memberikan keterangan pers di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (8/1/2026). (Foto: Antara) |
JAKARTA - Tiga pekerja asal Indonesia masih berstatus hilang setelah kapal tugboat bernama Musaffah 2 meledak dan karam di perairan Selat Hormuz. Peristiwa tragis ini berlangsung di kawasan antara perairan Persatuan Emirat Arab (PEA) dan Oman, Jumat (6/3/2026) dini hari pukul 02.00 waktu setempat.
Kapal niaga berbendera PEA tersebut diketahui mengangkut total tujuh awak kapal yang berasal dari Indonesia, India, dan Filipina. Sebanyak empat pekerja di antaranya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), di mana satu orang berhasil selamat dari insiden maut tersebut.
"Satu WNI selamat sedang mendapat perawatan luka bakar di Rumah Sakit di Kota Khasab, Oman. Sedangkan tiga WNI lainnya masih terus diupayakan pencarian oleh otoritas setempat," jelas Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, Sabtu (7/3/2026).
Di tengah proses evakuasi, Heni memastikan terdapat satu pelaut Indonesia lainnya yang kebetulan berada di lokasi kejadian namun menumpangi kapal berbeda dan dipastikan selamat. Terkait nasib tiga korban yang belum ditemukan, Perwakilan Republik Indonesia di PEA dan Oman terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak berwenang serta perusahaan pengelola, Safeen Prestige.
Langkah cepat ini ditujukan untuk memberikan jaminan perawatan medis bagi korban selamat sekaligus mengabarkan kepastian nasib para pelaut kepada keluarga mereka di tanah air.
"Kementerian Luar Negeri juga mendorong penyelidikan menyeluruh atas insiden ini," paparnya.
Tragedi meledaknya kapal ini tak lepas dari situasi keamanan yang kian mencekam di jalur perdagangan minyak dunia tersebut. Pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) alias Garda Revolusi Iran telah menutup rapat Selat Hormuz sebagai aksi balasan atas serangan Amerika Serikat dan Zionis Israel yang menewaskan Pimpinan Tinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
"Saat ini dilakukan penutupan Selat Hormuz oleh pasukan IRGC menyusul agresi terhadap Iran," ungkap Brigadir Jenderal IRGC, Ibrahim Jabari, Minggu (1/3/2026).
Peringatan larangan melintas bagi kapal-kapal komersial juga dibenarkan oleh pejabat misi Angkatan Laut Uni Eropa, Apsides, melalui siaran radio VHF Garda Revolusi Iran. Merespons ancaman keamanan serius ini, Kementerian Perkapalan Yunani langsung mengeluarkan perintah tegas agar seluruh armada pengangkut minyak menghindari rute rawan yang mencakup Teluk Persia, Teluk Oman, serta Selat Hormuz.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Kuliner |










