Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
2
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
3
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
6 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
3 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
6
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Home  /  Berita  /  Kampus

Belum Punya Sertifikat Sehat, 69 Dapur Makan Bergizi Gratis di Sumbar Ditutup BGN

Belum Punya Sertifikat Sehat, 69 Dapur Makan Bergizi Gratis di Sumbar Ditutup BGN
Minggu, 08 Maret 2026 06:55 WIB
JAKARTA – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) mendapat sorotan tajam terkait standar keamanan pangannya. Badan Gizi Nasional (BGN) terpaksa mengambil langkah tegas dengan menutup sementara 69 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum di Sumbar mulai Senin (9/3/2026).

Sanksi penutupan massal ini dijatuhkan lantaran puluhan dapur penyedia makanan bagi anak-anak tersebut kedapatan belum mengurus dan memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN, Harjito, menegaskan bahwa aturan ini bersifat mutlak untuk mencegah risiko gangguan kesehatan akibat makanan yang tidak higienis.

"Data per 7 Maret 2026 pukul 11.00 menunjukkan terdapat 492 SPPG di wilayah Sumatera yang belum mendaftarkan SLHS. Termasuk di dalamnya ada 69 dapur di Sumatera Barat. Suspend ini merupakan langkah korektif agar seluruh dapur yang beroperasi benar-benar memenuhi standar kesehatan," jelas Harjito, Sabtu (7/3/2026).

Harjito menerangkan, penghentian operasional ini hanyalah bersifat penangguhan sementara. BGN memberikan kesempatan penuh bagi para pengelola dapur di Sumbar untuk segera membenahi standar sanitasi mereka.

Para pengelola 69 dapur yang terdampak diminta untuk bergerak cepat mendatangi Dinas Kesehatan (Dinkes) di kabupaten/kota masing-masing guna mengurus pendaftaran dan verifikasi SLHS. Tidak ada toleransi operasional sebelum sertifikat kelayakan tersebut terbit.

"Setelah proses pendaftaran dan verifikasi selesai, operasional dapat kembali dibuka. Kami berharap SPPG dapat segera melengkapi persyaratan yang dibutuhkan agar layanan dapat kembali berjalan dan manfaat program MBG tetap dapat dirasakan oleh masyarakat," tambahnya.

Sebagai informasi, penertiban yang dilakukan BGN ini menyapu seluruh wilayah Pulau Sumatera dengan total 492 dapur yang ditutup sementara. Sumatera Utara menjadi provinsi dengan jumlah dapur belum bersertifikat terbanyak (252 titik), disusul Lampung (77 titik), Aceh (76 titik), dan Sumatera Barat di urutan keempat (69 titik). ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:kompas.com
Kategori:Kampus, Binawidya
wwwwww