Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
2
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
3
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
6 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
2 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
6
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Home  /  Berita  /  Kampus

Ditegur Keras! BGN Larang Mitra Jadikan Dapur Makan Bergizi Gratis Ladang Cuan

Ditegur Keras! BGN Larang Mitra Jadikan Dapur Makan Bergizi Gratis Ladang Cuan
Nanik Sudaryati Deyang
Minggu, 08 Maret 2026 06:43 WIB
JAKARTA – Niat mulia di balik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) rupanya mulai dimanfaatkan oleh segelintir oknum untuk mencari keuntungan pribadi. Menyadari adanya pergeseran orientasi ini, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung mengambil langkah cepat untuk membersihkan program andalan pemerintah tersebut dari praktik komersialisasi.

Peringatan keras ini disampaikan langsung oleh Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang. Ia secara blak-blakan membongkar siasat nakal di lapangan yang disebutnya sebagai fenomena "ternak yayasan". Praktik ini dilakukan oleh pihak-pihak yang sengaja mendirikan banyak yayasan sekaligus hanya untuk memonopoli pengelolaan dapur umum MBG.

"Akhirnya target (MBG) sangat tinggi sekali, muncullah ternak-ternak yayasan. Banyak orang memiliki lebih dari satu dapur," sesal Nanik usai mengisi lokakarya kehumasan, Sabtu (7/3/2026).

Menghadapi manuver culas yang menjadikan MBG layaknya proyek bisnis raksasa, BGN menegaskan tidak akan segan memutus rantai kemitraan. Nanik mengingatkan para pengelola bahwa status mereka hanyalah mitra dengan kontrak berdurasi satu tahun yang sangat bergantung pada hasil evaluasi kinerja.

"Mereka lupa, mereka hanya kontrak satu tahun yang bisa diperpanjang. Artinya, sewaktu-waktu kita bisa sudahi kerja sama dengan mereka. Kita akan luruskan lagi ke khitahnya bahwa MBG bukan bisnis, tapi MBG adalah program kemanusiaan, investasi sosial," tegasnya.

Sikap protektif BGN ini bukan tanpa alasan. Program ini memiliki ikatan sejarah dan emosional yang sangat kuat dengan Presiden Prabowo Subianto.

Nanik kembali menarik ingatan publik ke tahun 2012, saat Prabowo blusukan ke kawasan pesisir Cilincing, Jakarta Utara. Di sanalah nuraninya tergugah setelah melihat langsung ironi kemiskinan ibu kota: warga terpaksa mengais dan membawa pulang sisa makanan dari para buruh pabrik hanya agar keluarganya bisa makan hari itu.

"Pak Prabowo waktu itu sangat marah melihat kondisi tersebut. Dari situlah muncul tekad beliau, jika suatu saat mendapat amanah menjadi presiden, ingin memastikan masyarakat terutama anak-anak mendapatkan makanan yang layak," tutup Nanik mengakhiri penjelasannya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:kompas.com
Kategori:Kampus
wwwwww