Sanitiar Burhanuddin Geram, Jaksa Kuasai Apartemen dan Mobil Sitaan
![]() |
| Jaksa Agung Sanitiar (St.) Burhanuddin |
JAKARTA – Pengakuan mengejutkan datang dari pucuk pimpinan Korps Adhyaksa. Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin secara terbuka menyebut banyak anak buahnya yang menyalahgunakan jabatan dengan menguasai aset sitaan negara, mulai dari unit apartemen hingga mobil mewah, untuk kepentingan pribadi.
Kritik pedas ini dilontarkan Sanitiar saat memberikan sambutan dalam Hari Ulang Tahun Badan Pemulihan Aset (BPA) di Kejaksaan Agung, Kamis (12/2/2026). Ia menuding ada mentalitas oknum jaksa yang sengaja menduduki aset tersebut dan berharap keberadaannya tidak terdeteksi.
"Banyak aset-aset yang dimiliki oleh, bukan dimiliki oleh jaksa, ditempati oleh jaksa, dan diam-diam semoga lupa bahwa ada aset di tangannya," tegas Sanitiar.
Praktik "haram" ini, menurutnya, tidak hanya terjadi di Jakarta, melainkan merata hingga ke daerah. Padahal, penggunaan aset negara memiliki prosedur ketat melalui mekanisme pinjam pakai untuk operasional, bukan untuk dinikmati secara diam-diam.
Sanitiar secara spesifik menyoroti apartemen sitaan di Jakarta Pusat yang kini beralih fungsi menjadi hunian pribadi oknum jaksa. Ia memerintahkan jajarannya segera melakukan audit silang dan penelusuran rekam jejak aset tersebut.
"Coba apartemen-apartemen, silang telusuri, saya tahu persis, saya minta nanti yang tahu persis... apa yang menjadi ada di tangan-tangan Kejaksaan Tinggi," paparnya.
Selain masalah internal, lemahnya pengamanan data aset juga menjadi sorotan. Informasi detail mengenai kondisi dan lokasi barang rampasan bocor ke pihak luar, memicu banyaknya permintaan pinjam pakai dari pejabat daerah.
"Ada bupati yang minta ini, minta ini, ada yang dinas ini, dinas itu, minta ini. Dia tahu persis barangnya, tahu persis luasannya... Ini kan malah harusnya kita pelihara, kita jual," bebernya.
Menutup arahannya, Sanitiar meminta Kepala BPA, Kuntadi, untuk memperketat perawatan barang bukti agar nilai jualnya tetap tinggi saat dilelang. Ia tidak ingin aset negara rusak karena penelantaran.
"Saya harapkan lagi, karena ini pasti debunya banyak, nanti harus pasang exhaust fan, kemudian ada tutupnya juga, mobil-mobil ini," pungkasnya.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Cendekia |











