Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
14 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
10 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
10 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
6
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Home  /  Berita  /  Balai Kota

PR Besar di Sumatera, 11 Wilayah Masih Terpuruk dan Butuh Atensi Khusus Mendagri

PR Besar di Sumatera, 11 Wilayah Masih Terpuruk dan Butuh Atensi Khusus Mendagri
Kamis, 12 Februari 2026 06:55 WIB

JAKARTA – Meski sebagian besar wilayah di Sumatera mulai bangkit dari dampak bencana, pemerintah masih memiliki rapor merah di 11 kabupaten dan kota. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengakui wilayah-wilayah tersebut masih dalam kondisi kritis dan membutuhkan perhatian khusus agar tidak semakin tertinggal.

Hingga Rabu (11/2/2026), tercatat baru 37 dari 52 wilayah terdampak yang dinyatakan benar-benar kembali ke kondisi normal. Walaupun secara statistik pemulihan diklaim mencapai 70 persen, realitas di lapangan menunjukkan masih ada warga di belasan titik yang belum bisa beraktivitas seperti biasa.

"Artinya yang sudah kembali normal dari 52 itu ada 37. 37 ini kalau kita persentasekan ya lebih kurang hampir 70 persen ya kabupaten kota dari 52 kabupaten kita itu sudah kembali normal dalam waktu sekitar 2 bulan," jelas Tito Karnavian.

Mendagri membagi sisa wilayah yang belum pulih ke dalam dua kategori. Sebanyak empat wilayah dilaporkan sedang merangkak menuju normal, sementara 11 wilayah lainnya masih menjadi beban berat karena memerlukan penanganan ekstra. Ketimpangan kecepatan pemulihan ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk segera meratakan distribusi bantuan dan perbaikan infrastruktur.

Tito Karnavian menegaskan bahwa pihaknya akan fokus mengerahkan sumber daya ke titik-titik lemah tersebut guna memastikan seluruh Sumatera bisa pulih secara serentak.

"Yang mendekati normal lebih kurang ada 4 dan yang memerlukan atensi khusus ada 11. Inilah yang akan kita kerja keras di titik-titik tersebut," tegasnya.

Pemerintah dituntut tidak hanya sekadar mengejar angka persentase, tetapi juga menjamin kualitas pemulihan di 11 titik kritis tersebut, terutama menyangkut akses logistik dan fasilitas publik yang vital bagi kehidupan masyarakat setempat.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Kategori:Pasar & Niaga, Balai Kota, Parlemen, Binawidya
wwwwww