Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
8 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
5 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
5 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Binawidya

Laksanakan PPM di Desa Wonorejo, ITB Fokus pada Inovasi Egrek Ergonomis

Laksanakan PPM di Desa Wonorejo, ITB Fokus pada Inovasi Egrek Ergonomis
Tim ITB bersama masyarakat. (Ist)
Jum'at, 21 November 2025 15:59 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MUSI RAWAS - Tim Institut Teknologi Bandung (ITB) telah melaksanakan Program Pengabdian Masyarakat (PPM) di Desa Wonorejo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel), 10-11 Oktober 2025.

Desa yang termasuk kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) ini dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama di sektor perkebunan kelapa sawit yang menjadi mata pencaharian utama warga.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Skema Program Pengabdian Masyarakat Bottom-Up yang digagas Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran ITB. Fokus utama program adalah mengenalkan inovasi teknologi berupa egrek ergonomis—alat panen kelapa sawit dengan bilah pisau di ujung batang panjang yang didesain agar lebih aman dan nyaman digunakan.

Program ini dipimpin oleh Prof. Ir. Hardianto Iridiastadi, MSIE., Ph.D., CPE, dari Fakultas Teknologi Industri ITB. Di bawah koordinasinya, tim melakukan berbagai rangkaian kegiatan, dimulai dari survei awal dan observasi lapangan untuk memahami kondisi nyata masyarakat. Tim meninjau lahan perkebunan, mempelajari alat-alat yang dipakai petani saat ini, serta mengidentifikasi berbagai potensi risiko keselamatan dan kesehatan kerja.

Tahap observasi tersebut menjadi landasan penting bagi tim dalam menganalisis kebutuhan teknis maupun ergonomis para petani di Wonorejo. Hasil temuan lapangan membantu memetakan aspek-aspek yang dapat ditingkatkan, mulai dari postur kerja, desain alat panen, hingga metode kerja yang lebih efisien dan minim risiko cedera.

Melalui program ini, ITB berharap inovasi egrek ergonomis dapat meningkatkan produktivitas petani sekaligus mengurangi keluhan fisik dan kecelakaan kerja yang kerap muncul dalam proses panen.

Selain memberikan pelatihan penggunaan alat, kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka jalan untuk kolaborasi jangka panjang dalam pengembangan teknologi tepat guna bagi masyarakat pedesaan. ***

wwwwww