Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
13 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
10 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
10 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
6
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Menkes Ajak Masyarakat Ubah Pola Pikir: Jangan Tunggu Sakit Baru Peduli Kesehatan

Menkes Ajak Masyarakat Ubah Pola Pikir: Jangan Tunggu Sakit Baru Peduli Kesehatan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menemui wartawan usai peringatan Hari Kesehatan di Kantor Kemenkes RI, Jakarta Selatan.
Rabu, 12 November 2025 17:10 WIB

JAKARTA – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan masyarakat untuk tidak menunggu jatuh sakit baru memperhatikan kesehatan. Dalam momentum Hari Kesehatan Nasional, ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir — dari sekadar mengobati menjadi mencegah.

“Ya memang tugas kita adalah memastikan masyarakat tetap sehat, itu prioritas utama,” ujar Budi di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Rabu (12/11/2025). 

Menurutnya, fokus masyarakat selama ini lebih banyak pada upaya penyembuhan. Padahal, jumlah orang sehat jauh lebih banyak dan seharusnya menjadi perhatian utama agar tidak ikut jatuh sakit.

“Kita sering lupa, yang sakit itu mungkin 20 atau 30 juta orang, tapi yang sehat ada 250 juta. Justru yang banyak itu harus dijaga. Kalau sakit, produktivitas hilang, biaya juga membengkak,” katanya. 

Budi menilai, menjaga kesehatan tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan sosial yang melibatkan semua pihak — termasuk media, tenaga kesehatan, dan masyarakat itu sendiri. 

“Saya butuh bantuan teman-teman media untuk terus menyebarkan pesan hidup sehat. Jangan tunggu sakit dulu baru panik,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan, hidup sehat tidak harus rumit. Kuncinya terletak pada keseimbangan gaya hidup dan kedisiplinan sehari-hari. 

“Gampang kok hidup sehat itu. Makannya diatur, tidurnya diatur, pikirannya dijaga supaya positif, dan jangan lupa olahraga,” ujar Budi sambil tersenyum.

Selain menjaga pola hidup, ia mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan minimal satu atau dua kali dalam setahun. Pemeriksaan dini, katanya, dapat mencegah penyakit berkembang menjadi lebih parah.

“Kalau hasil pemeriksaannya mulai merah atau kuning, segera ubah gaya hidup atau obati. Jangan tunggu sampai parah,” pesannya.

Melalui ajakan sederhana ini, Budi ingin mengembalikan semangat Hari Kesehatan Nasional pada maknanya yang paling mendasar: menumbuhkan kesadaran bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang — bukan sekadar urusan rumah sakit, tapi tentang cara hidup. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Balai Kota, Kesehatan
wwwwww