Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
15 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
12 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
12 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Barang Impor Rp40 Juta Dicatat Rp100 Ribu, Purbaya: Ini Tak Masuk Akal

Barang Impor Rp40 Juta Dicatat Rp100 Ribu, Purbaya: Ini Tak Masuk Akal
Rabu, 12 November 2025 07:10 WIB

JAKARTA – Dugaan manipulasi data impor mencuat setelah Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, melakukan inspeksi mendadak ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Dalam kunjungan tersebut, Purbaya menemukan barang impor bernilai tinggi yang dilaporkan dengan harga sangat rendah di dokumen resmi kepabeanan.

“Saya lihat ada barang yang harganya di dokumen cuma tujuh dolar AS atau sekitar Rp100 ribu, tapi di marketplace dijual sampai Rp40 juta. Ini perlu dicek lagi,” ungkapnya, Selasa (11/11/2025).

Purbaya menilai selisih harga yang sangat jauh tersebut tidak bisa dianggap sepele. Ia mencurigai adanya upaya penghindaran bea masuk dengan menurunkan nilai barang secara tidak wajar dalam dokumen impor.

“Kalau ini benar, berarti ada kebocoran penerimaan negara. Kami akan lakukan pemeriksaan lanjutan,” tegasnya.

Dalam peninjauan itu, Purbaya juga memeriksa fasilitas laboratorium Bea Cukai yang berfungsi memastikan keaslian dan komposisi barang impor. Ia mengapresiasi kondisi laboratorium yang dinilai sudah baik, namun meminta peningkatan perawatan dan akurasi hasil uji.

“Laboratoriumnya bagus, tapi saya minta tetap dijaga dan dilengkapi jika ada kekurangan,” ujarnya.

Selain itu, ia meninjau pemanfaatan teknologi scanner kontainer yang baru beroperasi dua pekan. Menurutnya, perangkat ini dapat mempercepat proses pemeriksaan barang dan meminimalkan praktik manipulasi di lapangan.

“Scanner ini alat penting. Walaupun masih ada kekurangan, saya yakin bisa mempercepat pengecekan barang oleh petugas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Purbaya menekankan pentingnya digitalisasi sistem pengawasan pelabuhan agar seluruh proses ekspor-impor dapat dimonitor langsung dari pusat.

“Semua aktivitas akan kami tarik ke sistem berbasis IT. Dari Jakarta, kami bisa melihat langsung apa yang terjadi di pelabuhan,” ujarnya.

Langkah itu, katanya, merupakan bagian dari upaya memperkuat transparansi sekaligus menutup celah penyimpangan yang kerap terjadi di pintu masuk barang impor. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Pasar & Niaga, Keuangan
wwwwww