Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
2
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
3
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
19 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
19 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
6
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
23 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Home  /  Berita  /  Hukum

Baru Sebulan, 25 Siswa Sekolah Rakyat Cirebon Pilih Pulang ke Rumah

Baru Sebulan, 25 Siswa Sekolah Rakyat Cirebon Pilih Pulang ke Rumah
Foto sekolah rakyat Cirebon (net)
Kamis, 14 Agustus 2025 13:19 WIB

CIREBON – Sejak dibuka 14 Juli 2025, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Cirebon menjadi rumah belajar baru bagi 100 anak. Namun, dalam sebulan terakhir, 25 di antaranya memilih mundur dan kembali ke rumah.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Cirebon, Khaerunisa, mengungkap mayoritas yang mundur adalah siswa sekolah dasar yang belum terbiasa hidup mandiri. “Kalau bahasa Cirebonnya masih embok-embokan, masih ingin sama orang tuanya, homesick,” jelasnya, Kamis (14/8/2025).

Ia menuturkan pihak sekolah berusaha mengajak siswa yang mundur untuk kembali, namun tidak memaksa. Bila kursi tetap kosong, siswa baru akan direkrut lewat pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Meski ada yang meninggalkan sekolah, Khaerunisa melihat kemajuan besar pada anak-anak yang bertahan. “Mereka belajar hidup teratur. Yang biasanya tidur pukul 23.00 atau 24.00 WIB, sekarang pukul 21.00 WIB,” ujarnya.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), yang mengunjungi sekolah Rabu (13/8/2025), menegaskan pemerintah akan memberi dukungan penuh. “Kami yakinkan mereka untuk bertahan, tapi kalau tetap mundur, akan digantikan siswa lain,” katanya.

Selain rindu keluarga, beberapa siswa mundur karena alasan kesehatan. Meski demikian, Gus Ipul berharap Sekolah Rakyat tetap menjadi tempat yang nyaman untuk anak-anak menuntut ilmu dan membentuk kebiasaan hidup positif. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Balai Kota, Hukum
wwwwww