Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
8 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
5 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
5 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Kampus

Wamen Imipas Berompi Oranye, Istana Bergerak Cepat Amankan Layanan Publik

Wamen Imipas Berompi Oranye, Istana Bergerak Cepat Amankan Layanan Publik
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (Foto: Antara/Genta Tenri Mawangi
Kamis, 04 Juni 2026 13:17 WIB

JAKARTA - Penahanan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Silmy Karim oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memicu langkah mitigasi cepat dari Istana. Pemerintah memastikan birokrasi dan pelayanan keimigrasian tidak boleh terhenti sedetik pun akibat rentetan kasus hukum ini.

Silmy Karim resmi menyandang status tahanan setelah keluar dari Gedung Merah Putih KPK mengenakan rompi oranye khas lembaga antirasuah, Kamis (4/6/2026). Ia diduga terseret pusaran tindak pidana korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi langsung mengambil alih kendali komunikasi untuk meredam kekhawatiran publik. Ia memastikan telah berkoordinasi langsung dengan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.

"Kami juga telah berkomunikasi dengan Menteri Imipas untuk memastikan peristiwa ini tidak mengganggu pelayanan kepada seluruh masyarakat," ujar Prasetyo di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Dua Hari, Dua Pejabat Tumbang

Penahanan Silmy Karim menjadi pukulan kedua bagi penyelenggara negara pekan ini. Hanya berselang satu hari, Kejaksaan Agung lebih dulu menetapkan mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana sebagai tersangka, Rabu (3/6/2026).

Merespons dinamika hukum tersebut, Prasetyo menyatakan keprihatinan pemerintah, namun tetap memegang teguh prinsip supremasi hukum. Tidak ada upaya perlindungan bagi pejabat yang melanggar sumpah jabatan.

"Tentunya pemerintah menghormati proses hukum yang sedang dijalankan oleh aparat penegak hukum baik Kejaksaan maupun KPK," paparnya.

Prasetyo juga membeberkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak pernah lelah memberikan ultimatum kepada seluruh menteri dan jajarannya untuk menjauhi rasuah.

"Tidak bosan-bosan dalam berbagai kesempatan Presiden selalu mengingatkan kita semua untuk marilah membenahi diri dan melawan praktik-praktik korupsi di dalam menjalankan tugas sehari hari," ungkapnya.

Gerbong Tersangka Imigrasi

Operasi penindakan KPK kali ini tampaknya menyapu bersih sejumlah posisi strategis. Silmy Karim terlihat berjalan menuju mobil tahanan pada pukul 08.36 WIB tidak sendirian.

Terdapat tujuh orang lain yang ikut digelandang aparat. Beberapa nama besar yang teridentifikasi mengenakan rompi oranye antara lain:

  • * Saffar Muhammad Godam (Mantan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi)
  • * Jaya Saputra (Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Barat)
  • * Ronald Arman Abdullah (Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Jakarta Barat)

Sementara itu, ihwal pencopotan jabatan Wakil Menteri Imipas yang kini disandang Silmy Karim, Istana memastikan proses administrasinya akan segera dieksekusi mematuhi landasan hukum yang berlaku. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Kampus
wwwwww