Misi Rahasia Gaza, Hamas Klaim Hubungi Jakarta Terkait Ribuan Pasukan TNI
![]() |
| Ilustrasi (net) |
JAKARTA – Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, mengungkapkan telah melakukan komunikasi langsung dengan pemerintah Indonesia terkait rencana pengiriman ribuan personel TNI ke Jalur Gaza. Dalam komunikasi tersebut, Hamas memberikan peringatan keras agar pasukan Indonesia tidak menjadi alat kepentingan Israel di tanah Palestina.
Pemimpin Hamas, Osama Hamdan menegaskan bahwa kehadiran International Stabilization Force (ISF) di Gaza harus murni untuk misi kemanusiaan dan menjaga perbatasan, bukan untuk mencampuri urusan internal apalagi melucuti senjata pejuang. Menurutnya, senjata rakyat Palestina adalah harga mati selama pendudukan masih berlangsung.
"Setiap pasukan internasional harus mengambil peran netral di perbatasan dan tidak mengambil posisi yang bertentangan dengan keinginan rakyat Palestina," tegas Hamdan dalam wawancaranya dengan Aljazirah Arab, Rabu (11/2/2026).
Meski memberikan peringatan, Hamdan mengaku telah menerima jaminan dari pihak-pihak di Indonesia bahwa misi TNI nantinya tidak akan berhadapan dengan pejuang lokal. Fokus pasukan Indonesia disebut murni untuk memisahkan warga sipil dari pasukan pendudukan serta mencegah agresi lebih lanjut.
Di Jakarta, rencana penerjunan pasukan perdamaian ini terus dimatangkan. Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita menyatakan bahwa prajurit yang akan dikirim bukan personel sembarang, melainkan mereka yang sudah memiliki rekam jejak dalam misi UNIFIL di Lebanon.
"Saya kira kita sudah punya pengalaman ya. Satuan-satuan yang pernah dikirim ke sana, inilah nanti yang akan kita rekrut," ujar Tandyo di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (10/2/2026).
Senada dengan itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Maruli Simanjuntak mengungkapkan persiapan internal terus berjalan meski jumlah pasti personel masih menunggu komando internasional. Perkiraan awal menyebutkan Indonesia siap menerjunkan satu brigade yang terdiri dari 5.000 hingga 8.000 prajurit, termasuk tenaga medis.
Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Luar Negeri RI belum memberikan pernyataan resmi mengenai rincian kontak langsung dengan Hamas. Namun, komitmen Indonesia untuk tetap berada di jalur diplomasi kemanusiaan tanpa tunduk pada agenda pelucutan senjata pejuang terus ditekankan oleh para petinggi militer di tanah air.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | republika.co.id |
| Kategori | : | Kuliner |











