Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
2
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
3
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
4 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
1 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
6
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Terduga Perakit Bom SMAN 72 Pesan Bahan Peledak Lewat E-Commerce, Keluarga Dibuat Lengah

Terduga Perakit Bom SMAN 72 Pesan Bahan Peledak Lewat E-Commerce, Keluarga Dibuat Lengah
Petugas Polda Metro Jaya berada saat pelaksanaan olah TKP di dalam Masjid yang terjadi ledakan di SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). (foto: antara/naufal khoirulloh/foc).
Jum'at, 21 November 2025 14:51 WIB

JAKARTA – Penyelidikan insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta terus mengerucut pada temuan baru yang membuat publik terkejut. Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) yang diduga merakit bahan peledak rupanya mendapatkan seluruh material bom dengan cara memesan lewat platform belanja daring. Paket-paket itu diterima langsung oleh orang tuanya tanpa memunculkan kecurigaan.

“Iya, pembeliannya secara online. Orang tuanya yang menerima paket,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, Jumat (21/11/2025).

Budi menyebut ABH menyampaikan kepada keluarganya bahwa paket tersebut untuk keperluan ekstrakurikuler sekolah. Alasan itu membuat orang tua menyimpan barang-barang tersebut tanpa menyadari fungsi sebenarnya. “Dia bilang itu untuk ekskul, jadi keluarga tidak curiga,” jelasnya.

Penyidikan berjalan lambat karena kondisi ABH belum sepenuhnya stabil. “Dia masih bengong, kadang bisa bicara sebentar, lalu kembali diam. Dokter menyebut belum pulih sepenuhnya,” ucap Budi.

Hingga saat ini, tiga korban ledakan masih mendapat perawatan di RS Yarsi, RSCM, dan RS Polri. Polisi juga terus memeriksa sejumlah pihak terkait, termasuk keluarga ABH, tim psikolog, dan Puslabfor untuk merangkai kembali kronologi dari saat pembelian bahan hingga ledakan terjadi. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Kabar Bertuah, Warga Bertuah
wwwwww