Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
2
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
3
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
6 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
3 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
6
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Jelang SEA Games ke-33 Thailand 2025

Berangkatkan 996 Atlet, Menpora Erick Tuntut Medali dan Ultimatum Cabor DBON

Berangkatkan 996 Atlet, Menpora Erick Tuntut Medali dan Ultimatum Cabor DBON
Menpora Erick Thohir bersama Marciano Norman, Wijaya Nuradi dan CdM Kontingen Indonesia untuk SEA Games Thailand 2025, Bayu Priawan Djokosoetono. (Kemenpora)
Jum'at, 21 November 2025 15:14 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengumumkan 996 alet dari 48 cabang olahraga (cabor) akan memperkuat Kontingen Indonesia untuk bersaing pada SEA Games ke-33 yang akan berlangsung di Thailand, 9-20 Desember 2025 mendatang. Tidak hanya itu saja, Menpora Erick menyebutkan jumlah anggaran pengiriman juga naik dari Rp60 menjadi 66 Miliar.

Dengan jumlah tersebut praktis Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sudah menyesuaikan dengan permintaan cabor-cabor yang telah menjalankan program pemusatan latihan nasional (pelatnas) menuju pesta olahraga dua tahunan negara kawasan Asia Tenggara tersebut.

"Dengan anggaran yang meningkat kita bisa mengirimkan sesuai permintaan cabor-cabor yaitu sejumlah 996 atlet.,” kata Menpora Erick Thohir kepada awak media di Media Center Kemenpora Senayan, Jakarta, Jumat (21/11/2025).

Dengan jumlah 996 atlet, Indonesia sebagai negara dengan kontingen terbesar ke-4, setelah tuan rumah Thailand dengan 1.800an atlet, Filipina 1.200an atlet, dan Malaysia 1.100an atlet.

Dibalik pemberian apresiasi itu, Menpora Erick Thohir bukan hanya mengeluarkan tuntutan terhadap seluruh cabor untuk membawa pulang medali tetapi juga mengeluarkan ultimatum khususnya cabor yang masuk dalam daftar Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).  Bukan hanya diberlakukan biaya mandiri tetapi promosi dan degradasi cabor DBON jika mengalami kegagalan.

Seperti diketahui cabor DBON yang utama meliputi atletik, panahan, sepeda, dayung, senam, angkat besi, bulu tangkis, taekwondo, karate, wushu, panjat tebing, menembak, pencak silat, dan renang. Dan, sepakbola, bola basket, dan bola voli termasuk dalam kategori industri olahraga.

“"Saya harap kita benar-benar serius dalam memperjuangkan martabat bangsa. Saya meminta seluruh cabor yang berpartisipasi itu memberikan kontribusi medali. Nantinya akan ada promosi degradasi (di DBON). Jika cabor tidak sesuai target ya nanti silakan masuk ke mandiri. Ini sejalan dengan fokus 17 cabor strategis yang diarahkan Bapak Presiden," pesan Menpora Erick.

Menurut Menpora Erick, ajang SEA Games Thailand 2025 akan menjadi tolak ukur kesiapan atlet nasional bersaing di tingkat dunia. Prestasi kontingen Indonesia di SEA Games Thailand ini juga menjadi bahan evaluasi dan sasaran antara menuju Asian Games 2026, SEA Games 2027 hingga Olimpiade 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat.

"Ini akan menjadi dasar kami di Kemenpora sebagai bahan evaluasi. Karena, kita akan mendorong roadmap menuju Olimpiade 2028," tegasnya.

Dari 51 cabang olahraga yang dipertandingkan, Indonesia akan mengikuti 48 cabor. Kemenpora bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) serta Chef de Mission (CdM) menargetkan posisi 3 besar klasemen akhir dengan menetapkan target 80 medali emas.

"Dari hasil paparan cabor emasnya di angka 120 ya alhamdulillah. Tapi, hasil evaluasi kami baru di 80an. Artinya, kalau emas di 80an sama targetnya seperti sebelum-sebelumnya di ranking 3," paparnya.

Dalam kesempatan itu, Menpora Erick juga mengungkapkan proses penambahan anggaran dalam mendukung Kontingen Indonesia yang semula hanya Rp10 miliar menjadi Rp60 miliar.

"Kami sangat serius mendukung. Kita sisir anggaran yang awalnya pendanaan Rp 10 miliar, alhamdulillah hari ini kita bisa lebih percaya diri naik dari 10-50-60 miliar. Terima kasih kepada rekan-rekan Kemenpora yang mengikuti pemikiran dan misi yang diberikan kepada saya oleh Bapak Presiden sehingga anggaran ini tembus Rp 66 miliar," ujarnya.

Pemerintah, melalui Kemenpora terus memperkuat tata kelola dan sistem pembinaan atlet usia dini hingga elite. Pemerintah hadir mendukung persiapan kontingen melalui fasilitasi pemusatan latihan, pengiriman try out/try in, serta dukungan logistik dan kebutuhan teknis lainnya.

"Semua atlet yang dikirim adalah bukan atlet coba-coba dan saya tidak memandang bulu umur. Banyak atlet muda juga berprestasi ketimbang seniornya, yang seniornya harus tetap ngotot yang muda membalap. Tidak ada atlet dan pelatih titipan, kita target oriented dengan pendanaan seefisien mungkin," tandasnya.

Sementara itu, Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk SEA Games Thailand 2025, Bayu Priawan Djokosoetono mengaku, pihaknya telah mengunjungi lebih dari setengah jumlah cabor yang mengikuti SEA Games Thailand 2025. Dia melihat seluruh atlet sangat serius dan disiplin menjalankan program pelatnas. 

“Saya sudah mengunjungi tempat-tempat pelatnas dan melihat seluruh atlet sangat serius dan disiplin dalam menjalankan program latihan. Mereka juga optimistis bisa mempersembahkan prestasi terbaik di SEA Games Thailand 2025 nanti,” kata Bayu.

Sekjen NOC Indonesia Wijaya Noeradi menambahkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait pengaturan jadwal keberangkatan dan kepulangan. “Kami ingin memberi pelayanan sebaik mungkin untuk keberangkatan dan kepulangan. Tanggal 26 atau 28 Nopember nanti akan ada meeting dengan para delegasi sekaligus final entry by name untuk SEA Games Thailand 2025,” ujarnya. ***

wwwwww