Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
13 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
17 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
5
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
13 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Kampus

Wamenag Angkat Suara Soal Gus Elham, Tekankan Pentingnya Ruang Aman Bagi Anak

Wamenag Angkat Suara Soal Gus Elham, Tekankan Pentingnya Ruang Aman Bagi Anak
Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi
Rabu, 12 November 2025 05:22 WIB

JAKARTA – Reaksi keras datang dari Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i, terkait video dan foto yang memperlihatkan Mohammad Elham Yahya Luqman atau Gus Elham mencium anak-anak perempuan. Ia menyebut tindakan tersebut tidak pantas, terlebih dilakukan oleh sosok yang dikenal sebagai pemuka agama.

“Kita sepakat dengan publik, bahwa itu tidak pantas,” ujar Romo, Selasa (11/11/2025).

Kasus ini menjadi sorotan nasional setelah unggahan foto Gus Elham mencium anak-anak perempuan viral di media sosial dan memicu kampanye digital yang mengecam perilakunya. Sebagian warganet menyebut aksi itu sebagai bentuk pelecehan, sementara sebagian kecil menganggapnya ekspresi kasih sayang. 

Romo menilai terlepas dari niatnya, perilaku seperti itu tetap tidak dapat dibenarkan karena menyalahi batas etika publik dan berpotensi menimbulkan trauma bagi anak. 

“Kementerian Agama sudah memiliki pedoman madrasah dan pesantren ramah anak. Artinya, setiap interaksi dengan anak harus berlandaskan perlindungan, bukan justru menimbulkan ketakutan atau pelanggaran privasi,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa figur agama memiliki peran besar membentuk karakter masyarakat, sehingga setiap perilaku di ruang publik harus dijaga. “Pemuka agama harus jadi teladan. Bukan hanya lewat ceramah, tapi lewat sikap dan tindakan,” ujarnya.

Romo juga menyebut pengawasan terhadap lembaga pendidikan keagamaan akan diperkuat untuk mencegah kasus serupa. Menurutnya, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan, termasuk terhadap individu yang terlibat. 

“Pengawasan itu bagian dari tanggung jawab kami. Kalau ada tindakan seperti ini, tentu harus ada langkah pembinaan agar yang bersangkutan memahami batasannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, kepercayaan publik terhadap tokoh agama sangat bergantung pada integritas dan keteladanan. “Begitu ada pelanggaran moral, maka kepercayaan itu mudah runtuh. Karena itu, menjaga sikap adalah bagian dari ibadah,” tandasnya.

Kasus Gus Elham menjadi refleksi penting bagi semua pihak agar ruang pendidikan dan dakwah tetap menjadi tempat yang aman, bersih dari perilaku yang menyalahi nilai-nilai kemanusiaan dan agama. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Kampus, Warga Bertuah
wwwwww