Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
16 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
13 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
13 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Lewat RDMP dan B50, Indonesia Terbebas Impor Solar Tahun 2026

Lewat RDMP dan B50, Indonesia Terbebas Impor Solar Tahun 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Ist)
Jum'at, 07 November 2025 19:54 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong dua strategi dalam upaya memenuhi target Indonesia tidak lagi mengimpor bahan bakar jenis solar mulai tahun 2026. Yakni, beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dan implementasi program biodiesel dengan campuran 50% bahan nabati (B50).

Hal tersebut sudah dilaporkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kepada Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, Menteri Bahli menyebut proyek RDMP Balikpapan di Kalimantan Timur dijadwalkan mulai beroperasi pada 10 November 2025.

Dengan tambahan kapasitas produksi dari kilang tersebut, pasokan solar domestik diharapkan mampu memenuhi kebutuhan nasional yang mencapai 34–35 juta kiloliter (KL) per tahun. Saat ini, sekitar 4,9 juta KL solar masih dipenuhi dari impor.

Selain mengandalkan peningkatan kapasitas kilang, pemerintah menyiapkan strategi melalui percepatan program biodiesel B50. Presiden Prabowo disebut meminta agar penerapan B50 dipercepat dari rencana semula, menggantikan uji coba B40 yang sedang berlangsung. Program B50 ditargetkan mulai dijalankan pada semester II-2026.

Untuk mengimplementasikan B50, diperlukan sekitar 19 hingga 20,1 juta kiloliter (juta KL) biodiesel per tahun, yang merupakan peningkatan dari kebutuhan B40 yang sekitar 15,6 juta KL. ***

wwwwww