Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
2
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
3
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
19 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
19 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
6
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
23 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Penembakan di OKU Gegerkan Warga, Polisi Dalami Dugaan Gangguan Jiwa Korban

Penembakan di OKU Gegerkan Warga, Polisi Dalami Dugaan Gangguan Jiwa Korban
Polres OKU menggelar pres rilis kasus kematian pelaku perusakan pos polisi di wilayah setempat, Selasa (28/10/2025). (Foto: Antara/Edo Purmana)
Rabu, 29 Oktober 2025 05:47 WIB

BATURAJA – Suasana tenang di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, mendadak ricuh setelah peristiwa penembakan yang menewaskan seorang pemuda bernama Padli (29). Ia dilaporkan tewas setelah diduga melakukan perusakan dua pos polisi di kawasan Simpang Ramayana dan Universitas Baturaja (Unbara), Selasa (28/10/2025).

Aksi Padli sempat terekam kamera pengawas (CCTV) yang menunjukkan dirinya melempari pos polisi dengan batu pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Polisi kemudian melakukan pencarian dan mengidentifikasi Padli sebagai pelaku perusakan fasilitas negara. 

Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, menjelaskan bahwa saat proses penangkapan berlangsung, pelaku melakukan perlawanan hingga akhirnya ditembak oleh anggota Satreskrim.

“Petugas sudah memberikan enam kali tembakan peringatan, tapi pelaku tetap menyerang dengan melempar batu ke arah anggota. Akhirnya, pelaku tertembak di bagian perut dan bahu kiri hingga meninggal dunia,” katanya di Baturaja. 

Menurut Endro, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan apakah tindakan anggotanya sesuai prosedur. Tiga personel yang terlibat dalam insiden penembakan, masing-masing Aiptu DK, Bripda AS, dan Bripka JS, telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif di tempat khusus.

“Proses penegakan hukum tetap kami jalankan secara transparan. Jika ditemukan pelanggaran, akan ada tindakan tegas terhadap anggota,” tegasnya.

Pihak kepolisian juga menyebutkan, dari hasil keterangan awal warga, korban diketahui mengalami gangguan kejiwaan dan kerap bertingkah di luar kendali. Namun, hal ini masih akan didalami oleh penyidik.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan publik tentang proporsionalitas penggunaan kekuatan oleh aparat, terutama dalam menghadapi warga yang diduga memiliki kondisi mental tertentu. Banyak pihak berharap proses investigasi berjalan terbuka untuk memastikan bahwa tindakan yang diambil sesuai dengan prinsip kemanusiaan dan standar operasional kepolisian. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww