Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
7 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
4 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Dulu Naik lewat Kudeta, Kini Rajoelina Hadapi Tuntutan Mundur

Dulu Naik lewat Kudeta, Kini Rajoelina Hadapi Tuntutan Mundur
Presiden Madagaskar Andry Rajoelina (foto: facebook andry rajoelina)
Sabtu, 04 Oktober 2025 10:28 WIB
JAKARTA – Gelombang protes di Madagaskar yang menuntut Presiden Andry Rajoelina turun dari kursi kekuasaan membawa kembali ingatan pada sejarah politiknya sendiri. Ia pertama kali naik ke puncak pemerintahan melalui kudeta pada 2009, kini justru menghadapi tuduhan upaya kudeta dari lawan politik di tengah krisis yang menewaskan puluhan warga.

Ribuan orang, sebagian besar dari kelompok “Gen Z”, terus memenuhi jalanan Antananarivo sejak 25 September. Mereka menilai Rajoelina gagal menyediakan layanan dasar seperti air dan listrik. Data PBB mencatat sedikitnya 22 orang tewas akibat bentrokan dengan aparat.

Dalam pidato di Facebook, Rajoelina menolak mundur. Ia menuduh protes dimanfaatkan untuk menggulingkan pemerintah. “Beberapa orang ingin menghancurkan negara kita,” ujarnya tanpa menyebut nama.

Namun tuduhan itu ditolak mentah-mentah oleh Gerakan Gen Z. Mereka menilai presiden sedang mengulang retorika lama untuk bertahan di kursi kekuasaan. “Pidato itu tidak masuk akal,” tegas pernyataan kelompok tersebut, sembari memberi ultimatum 24 jam bagi pemerintah untuk merespons tuntutan rakyat.

Rajoelina, yang terpilih lewat pemilu 2018 dan kembali menang pada 2023, kini menghadapi krisis legitimasi. Ironinya, krisis ini mencerminkan roda politik yang berputar: dari seorang pemimpin muda yang dulu menjatuhkan rezim lewat jalanan, kini ia berhadapan dengan generasi baru yang menuntut hal serupa terhadap dirinya.

Dengan korban jiwa yang terus bertambah, Madagaskar berada di persimpangan. Sejarah yang dulu melambungkan Rajoelina kini berpotensi menjadi bayangan yang menyeretnya keluar dari kekuasaan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Kabar Bertuah, Kuliner, Warga Bertuah, Balai Kota
wwwwww