Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
2
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
3
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
5 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
2 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
6
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Home  /  Berita  /  Hukum

Peningkatan Kualitas SDM Solusi Pemanfaatan Potensi Bonus Demografi

Peningkatan Kualitas SDM Solusi Pemanfaatan Potensi Bonus Demografi
Ketua Prodi S2 Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, Dr. Prima Mulyasari Agustini. (Istimewa)
Kamis, 02 Juni 2022 21:02 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Bonus demografi merupakan salah satu tantangan yang sedang dihadapi bangsa ini. Jumlah tak seimbang antara penduduk usia produktif dan non produktif bisa menjadi manfaat dan petaka bagi bangsa. Hal ini menjadi tantangan bagi Indonesia untuk memanfaatkan potensi bonus demografi dengan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

Jumlah penduduk Indonesia menduduki posisi keempat terbesar di dunia. Namun menariknya, menurut data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan hasil Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), ternyata hanya 8,5 persen berhasil lulus pendidikan tinggi.

Data Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri di tahun 2021 mencatat bahwa hanya 822 ribu jiwa penduduk Indonesia yang berpendidikan S2. Kalau diprosentasekan hanya 0,3 persen dari total penduduk Indonesia. Untuk level S3, Indonesia masih perlu mengejar negara-negara tetangga.

Berdasarkan perbandingan doktor per 1 juta penduduk, di tahun 2017, Indonesia hanya memiliki 143 doktor per 1 juta penduduk. Sementara Malaysia berjumlah 509, Amerika memiliki 9.850 doktor per 1 juta orang, Jerman dengan 3.990 doktor, dan Jepang dengan 6.438 jumlah doktor. 

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, M.P dalam kesempatan launching Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie pada tanggal 2 Juni 2022 menyatakan ada enam hal yang perlu diterapkan generasi muda untuk menghadapi dilema bonus demografi. Di antaranya Communication, Compassion, Creativity, Collaboration, Computational Thinking, dan Critical Thinking.

WartaPKU Rektor Universitas Bakrie, Pro
Rektor Universitas Bakrie, Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana, Ketua Yayasan Pendidikan Bakrie Ibu Ratna Indira Nirwan Bakrie, Ketua LLDIKTI Wilayah III Dr. Paristiyanti Nurwardani. (dari kiri ke kanan)

Dr. Paris, panggilan akrabnya menambahkan “Ilmu komunikasi adalah fondasi dalam suatu bidang studi. Kehadiran S2 Ilmu Komunikasi ini diharapkan dapat menjadi leading sector dan berkolaborasi dengan berbagai pihal untuk membangun milestones penelitian di bidang komunikasi.”

Semua unsur perlu bergandengan tangan. Pihak pemerintah, perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta, masyarakat, pihak industri, dan semua unsur lainnya, untuk bersama-sama meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM Indonesia agar bisa bersaing dengan negara-negara ini.

Rektor Universitas Bakrie, Prof. Ir Sofia W. Alisjahbana turut menyampaikan, DIKTI dan Kemendikbud kini gencar melakukan berbagai transformasi pendidikan. Proses pembelajaran di S2 Ilmu Komunikasi ini akan banyak bertumpu dalam menghasilkan riset inovatif di bidang komunikasi dan berkontribusi dalam social volunteering berupa konsultasi, literasi, dan kolaborasi kreatif. ***
 

Kategori:Hukum, Binawidya
wwwwww