Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
2
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
3
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
11 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
7 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
7 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Gelanggang
SEA Games 2021 Hanoi, Vietnam, 12-23 Mei 2022

Omongan Odekta Perlu Ditelusuri, Henny Maspaitella: Tak Mungkin Kemenpora Tidak Bayar Keperluan Atlet

Omongan Odekta Perlu Ditelusuri, Henny Maspaitella: Tak Mungkin Kemenpora Tidak Bayar Keperluan Atlet
Odekta Elvina Naibaho. (Foto : NOC Indonesia)
Jum'at, 20 Mei 2022 01:27 WIB
Penulis: Azhari Nasution
HANOI -  Atlet atletik nomor marathon Odekta Elvina Naibaho sukses meraih medali emas SEA Games 2021 Vietnam. Dia mencatat waktu tercepat 2 jam 55 menit 27 detik, mengalahkan Christine Halllasgo (Filipina) dengan catatan waktu 2 jam 56 menit 7 detik dan Ngoc Hoa Hoang Thi (Vietnam) dengan catatan waktu 2 jam 57 menit 35 detik yang harus puas meraih medali perak dan perunggu, Kamis (19/5/2022).

Namun dibalik prestasi itu, Odekta menyebutkan jika dirinya mempersembahkan emas itu untuk keluarga yang diklaimnya telah mengizinkan sekaligus mengeluarkan biaya untuk dapat berprestasi di Vietnam.

Pelari yang belum genap berusia 31 tahun tersebut mengungkapkan bahwa dirinya telah berjuang selama dua bulan belakangan tanpa mendapat biaya, sehingga dia harus mengorbankan tidak hanya materi, namun juga terkuras secara emosi.

Ketika dikonfirmasi ke pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang bertanggung jawab terhadap pembiayaan persiapan hingga keberangkatan atlet, sumber yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan jika apa yang diungkapkan Odekta tidaklah benar. Sebab, menurutnya, setelah penandatangan MoU antara Kemenpora dan PB PASI, tak lama kemudian uang mengalir ke rekening induk organisasi.

Sumber tersebut juga mengatakan bahwa semua atlet itu ada biayanya. Seperti halnya dengan atletik terdapat titik Jakarta untuk sprint dan lompat, Bandung untuk pelempar dan Pengalengan untuk jarak jauh atau maraton.

Terkait Odekta yang melakukan Pelatnas di Pengalengan, sumber menyebut jika akomodasinya sudah terbayarkan dan ada kuitansinya. Kemudian dari Pengalengan pindah ke Jakarta dan pembiayaan tersebut pun sudah dilaksanakan Kemenpora ke PB PASI.

"Semua anggaran setelah Mou langsung proses ke KPPN dan ketika cair langsung masuk ke rekening PB PASI. Jika belum dibayarkan, silahkan tanya ke manajer dan bukan menyalahkan pemerintah, sehingga bukan bayar sendiri seperti klaim yang diucapkan si atlet," ucapnya.

Dalam menelusuri kebenaran kabar ini, upaya konfirmasi kepada Sekjen PASI Tigor Tanjung dan Manajer Tim Atletik Indonesia untuk SEA Games ke-31 Aulia Ibrahim Ilyas menemui jalan buntu. Keduanya bungkam dan enggan mengangkat panggilan telepon, ketika ingin dimintai keterangan.

Sementara itu, Henny Maspaitella mantan pelatih nasional yang juga merupakan Ketua Komisi Pelatih PASI Jawa Timur tak percaya jika Kemenpora tidak memfasilitasi persiapan hingga keberangkatan atlet ke multievent, seperti yang diungkapkan Odekta.

"Kalau itu kaitannya dengan PB PASI dan perlu ditelusuri, karena saya nggak percaya kalau Kemenpora tidak membayar keperluan atlet dan tidak mungkin juga kementerian tidak mengalokasikan dana untuk persiapan hingga keberangkatan atlet ke multi event seperti SEA Games, Asian Games dan Olimpiade," ucap Henny.

"Ini harus ditelusuri dengan benar, karena kita juga baru mendengar dari satu sisi. Biar adil, perlu juga ditanya kebenaran omongan Odekta kepada sumber-sumber lainnya, " tambah Henny. ***

wwwwww