Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
2
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
21 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
21 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
6
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Home  /  Berita  /  Parlemen

Ditengah Tekanan Barat pasca Invasi ke Ukraina, Dubes: Putin Ingin Hadiri KTT G20

Ditengah Tekanan Barat pasca Invasi ke Ukraina, Dubes: Putin Ingin Hadiri KTT G20
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva saat berbincang dengan Antara beberapa waktu lalu. (foto: ist./antara),
Rabu, 23 Maret 2022 15:55 WIB
JAKARTA - Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva mengatakan kepada wartawan, Rabu (23/3/2022), mengatakan bahwa presidennya, "hingga saat ini (Putin) ingin hadir," dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) Group of 20 (G20) yang presidensinya dipegang Indonesia saat ini. Ini adalah KTT yang rencananya akan digelar di Bali, Indonesia.

"Kami mendukung presidensi Indonesia di G20, beserta prioritas dan slogan Recover Together, Recover Stronger," kata Vorobieva dikutip GoSumbar.com dari Antara di Jakarta.

Diketahui, sejumlah negara anggota G20 termasuk Amerika Serikat dan sekutunya menyerukan agar Rusia tak lagi diikutkan dalam keanggotaan G20 menyusul operasi militer yang dilakukan Rusia di Ukraina.

Menurut Vorobieva, langkah mengeluarkan Rusia akan menjadi kemunduran bagi G20 karena perbaikan ekonomi dunia akan sulit tanpa Rusia.

"Tentunya jika Rusia dikeluarkan dari forum semacam ini, langkah itu tak akan memperbaiki, tak membantu perbaikan situasi ekonomi, bahkan sebaliknya tanpa Rusia ini akan sulit," ujarnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Parlemen, Kampus, Kuliner
wwwwww