Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
3
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
17 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
21 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
17 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Jelang Piala Dunia Sepak Bola Amputasi 2022

Ketua Umum PSAI Terima Kasih kepada Menpora Amali

Ketua Umum PSAI Terima Kasih kepada Menpora Amali
Ketua Umum PSAI, Yudi Yahya. (Foto: Kemenpora)
Kamis, 17 Maret 2022 20:59 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Umum Perkumpulan Sepakbola Amputasi Indonesia (PSAI), Yudhi Yahya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dan Pemerintah karena telah bersedia menerima dan bertemu dengan para atlet dan ofisial timnas sepak bola amputasi.

"Terimakasih kepada pemerintah dalam hal ini Menpora yang menerima kami untuk datang ke Kemenpora ini," kata Yudhi saat melakukan pertemuan dengan Menpora Amali di Wisma Kemenpora, Senayan Jakarta Pusat, Kamis (17/3/2022).

Dalam kesempatan ini, Yudhi juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Menpora Amali. Sebab, Menpora Amali merayakan ulang tahun ke 60 tepat pada tanggal 16 Maret. "Selamat ulang tahun, untuk bapak menteri, semoga panjang umur, sehat selalu, bahagia. Dan yang penting adalah sehat, mudah-mudahan dengan begitu kita bisa memaksimalkan dan berkontribusi penuh untuk olahraga amputasi ini," harapnya.

Disamping itu, Yudhi berbicara terkait dengan kesuksesan Tim Nasional amputasi atau PSAI yang telah berhasil lolos kualifikasi Piala Dunia Sepakbola Amputasi di Turki, Oktober 2022 nanti.

Skuad Garuda berhasil meraih kemenangan di Kualifikasi Piala Dunia Amputasi 2022 Zona Asia Timur. dengan mengalahkan Bangladesh dengan skor 8-0 dan Malaysia dengan skor 3-0. Namun, kalah dari Jepang dengan skor 0- 2. Timnas berhasil lolos karena telah mengumpulkan 6 poin.

Sementara terkait persiapan dan bantuan pemerintah untuk ajang tersebut, dia mengatakan akan berkoordinasi dengan deputi terkait di Kemenpora. "Untuk persiapan apa saja yang akan dilakukan, karena lima bulan waktu yang lama, ini akan menjadi momentum untuk memaksimalkan untuk mencapai target 10 besar minimal lolos Piala Dunia," jelasnya.

Sebelumnya, Menpora menerima timnas PSAU di Gedung Wisma Kemenpora, Senayan Jakarta Pusat, Kamis (17/3/2022). Dalam sambutannya pada kesempatan ini, Menpora Amali menyanpaikan apresiasi dan ucapan terimakasih pemerintah atas prestasi yang telah dihasilkan oleh para atlet.

"Pemerintah menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas prestasi yang diraih, selamat kepada tim Sepakbola amputasi yang telah lolos ke Piala Dunia," ujarnya.

Menpora Amali memastikan pemerintah akan memberikan dukungan kepada Timnas PSAI ini terutama dalam persiapan selama lima bulan ke depan menghadapi Piala Dunia di Turki. Terlebih, berdasarkan cerita ofisial dan federasi PSAI mereka mengeluhkan keterbatasan anggaran saat keberangkatan dan minimnya fasilitas latihan.

"Mereka akan bertanding lima bulan ke depan di Turki, kita tentu akan membicarakan detailnya (bantuan) seperti apa, sesuai aturan-aturan yang ada di pemerintah mana yang memungkinkan untuk kita fasilitasi, mana yang dibolehkan oleh aturan dan mana yang tidak," tukasnya. ***


wwwwww