Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
17 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
20 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
17 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Renault Gandeng Geely Garap Mobil Hybrid

Renault Gandeng Geely Garap Mobil Hybrid
Mobil Hybrid produk Renault. (Foto: Istimewa)
Selasa, 10 Agustus 2021 22:46 WIB

JAKARTA - Renault Group mengumumkan bekerja sama dengan produsen otomotif top di China, Geely Holding Group, khusus buat mengembangkan mobil-mobil hybrid pada Senin (9/8/2021).

Renault akan memanfaatkan jaringan komponen dan manufaktur Geely, yang merupakan induk perusahaan Volvo, Polestar, dan Lynk & Co, untuk menghasilkan mobil hybrid. Penjualan mobil hybrid ini akan dilakukan di China.

Geely akan menjadi pemasok mobil, sedangkan Renault bakal mengontrol pemasaran dan penjualan termasuk menyediakan jaringan dealer dan servis. Selain itu Reuters menjelaskan keduanya juga berencana mengembangkan produk lokal di Korea Selatan menggunakan merek Lynk & Co.

Autocar memaparkan investasi atas kerja sama ini belum disebutkan. Selain itu kesepakatan keduanya dikatakan tidak memengaruhi kepemilikan Renault sebesar 80,1 persen di produsen Renault Samsung Motors di Korea Selatan yang selama ini memproduksi mobil Renault untuk pasar lokal.

Strategi ini muncul usai transformasi besar-besaran yang dilakukan bos baru Renault, Luca de Meo. Sebelumnya Renault sudah berkolaborasi bersama Mercedes-Benz untuk pengembangan dan produksi mobil komersial kecil.

Pada April lalu Renault membatalkan peluang joint venture dengan perusahaan China, Dongfeng Motor Group yang membuat penundaan mobil-mobil Renault bermesin pembakaran dalam di negara itu.

Sementara penjualan mobil listrik Renault terus dilakukan di China atas kerja sama dengan Brilliance Jinbei Automotive, eGT, dan Jiangxi Jiangling.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Pasar & Niaga, Warga Bertuah
wwwwww