Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
2
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
3
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
11 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
7 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
7 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Usai di Padang Panjang, Kasus Guru Lecehkan Anak Didik Terjadi di Solok

Usai di Padang Panjang, Kasus Guru Lecehkan Anak Didik Terjadi di Solok
Ilustrasi kekerasan seksual. (Foto: Istimewa)
Selasa, 15 Juni 2021 17:53 WIB
JAKARTA - Pengasuh ponpes yang dilaporkan berinisial MS. Polisi masih mencari keberadaan MS yang diduga melarikan diri.

"Tersangka saat ini belum kita temukan. Masih kita cari. Karena ada jeda waktu antara saat kejadian dengan korban melapor, sehingga memungkinkan yang bersangkutan untuk lari," jelas Rifki.

Kasus dugaan pelecehan seksual ini dilaporkan sejak Kamis (27/5). Sementara MS diketahui menghilang sejak Senin (24/5).

Rifki menjelaskan perbuatan MS terungkap usai orang tua salah satu korban curiga melihat anaknya sakit saat buang air besar. Orang tua korban langsung membuat laporan polisi. "Kita sudah memeriksa pihak-pihak terkait, baik korban maupun pihak yayasan dan pengasuh pondok," ucap Rifki.

Sebelumnya Ustaz Syukron, guru sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan SMP Islam Terpadu di Kota Padang Panjang ditangkap polisi lantaran diduga melecehkan muridnya. Ustaz yang diduga gay itu menyuruh muridnya melayani nafsu bejatnya dengan onani dan oral sex.

Diketahui, modus Ustaz Syukron yang diduga gay adalah memberi pemahaman salah terhadap korban yang berusia 14 tahun. Dia mengatakan melakukan onani dan oral sex bisa meningkatkan kepercayaan diri.

Berdasarkan pemeriksaan, pelaku sempat meminta korban mengirimkan video yang menyorot alat kelamin. Korban sempat menolak dan bertanya soal tujuan pengiriman video tak senonoh tersebut.

Namun korban tidak kuasa saat disuruh tersangka datang ke asrama sekolah di Padang Panjang. Di kamar Wali Asrama, pelaku memaksa korban melakukan onani dan oral sex.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Detik.com
Kategori:Binawidya, Cendekia, Warga Bertuah
wwwwww