SMRC Sebut Evaluasi Negatif Jadi Pemicu Turunnya Rating Presiden
![]() |
| Presiden Prabowo Subianto pidato sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). (Tangkapan layar video sekretariat kabinet). |
JAKARTA - Lembaga riset Saiful Research and Consulting (SMRC) mengumumkan hasil studi terbaru bertajuk 'Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden'. Dalam temuan tersebut, tingkat penerimaan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto turun ke level 51,1 persen.
Penurunan ini didorong oleh persepsi masyarakat terhadap tiga pilar utama pemerintahan. Ketidakpuasan mulai muncul seiring dengan kondisi riil yang dirasakan warga.
"Penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan merosotnya sentimen positif terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum," papar Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, Minggu (26/7/2026).
Peningkatan Persentase Ketidakpuasan
Survei yang dilakukan pada pertengahan bulan ini merekam perubahan sikap responden secara terukur. Dari total sampel, kelompok yang menyatakan kurang atau tidak puas terhadap kinerja presiden melonjak hingga 46,9 persen, naik dari baseline 16 persen pada November 2025. Sementara responden yang memilih tidak tahu atau tidak menjawab berada di angka 2,1 persen.
Deni menyoroti bahwa tren penurunan (approval rating) ini terpantau bertahap. Pada bulan Maret 2026, kepuasan publik sempat tercatat di angka 66 persen sebelum akhirnya kembali turun ke 51,1 persen.
"Ini cukup konsisten turunnya di bulan Maret kita temukan di 66 persen terus turun lagi. Turun bisa dikatakan cukup tajam, 30,1 persen dalam sembilan bulan," terangnya.
Standar Pengambilan Sampel
Survei SMRC ini dieksekusi rentang waktu 5-19 Juli 2026 dengan menargetkan seluruh warga Indonesia yang sudah memiliki hak suara. Pengambilan sampel melibatkan 749 orang secara acak untuk merepresentasikan populasi secara nasional.
Proses pengumpulan opini dilakukan melalui wawancara telepon sebanyak 83,8 persen dan wawancara tatap muka sebesar 16,2 persen, menyesuaikan tingkat kepemilikan gawai di masyarakat. Survei ini memiliki margin of error lebih kurang 3,7 persen, di mana pergeseran data dianggap signifikan jika minimal mencapai dua kali batas margin tersebut atau 7,4 persen.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | liputan6.com |
| Kategori | : | Balai Kota, Parlemen |











