Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
2
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
21 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
21 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
6
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Home  /  Berita  /  Cendekia

Kepala Daerah Bengkulu Tambah Daftar Kelam Praktik Rasuah Awal Tahun

Kepala Daerah Bengkulu Tambah Daftar Kelam Praktik Rasuah Awal Tahun
Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari
Selasa, 10 Maret 2026 06:55 WIB

JAKARTA - Rentetan jatuhnya pimpinan daerah ke dalam pusaran korupsi seolah tidak menemui titik akhir. Praktik curang di lingkungan birokrasi kembali memakan korban setelah Komisi Pemberantasan Korupsi meringkus Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari, dalam sebuah operasi senyap di Provinsi Bengkulu.

Penangkapan yang menggegerkan publik ini sekaligus mencetak rekor kelam sebagai operasi tangkap tangan kedelapan sepanjang tahun 2026. Aparatur negara dinilai gagal menjaga amanah rakyat di tengah gempuran godaan penyalahgunaan wewenang secara sistematis.

"Benar, Bupati Rejang Lebong," ungkap Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, Selasa (10/3/2026).

Mengacu aturan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, tim penyelidik kini berpacu dengan batas waktu 1 x 24 jam untuk mendalami konstruksi perkara dan menetapkan status hukum pimpinan daerah tersebut.

Penyergapan di Bengkulu ini menambah panjang daftar karut-marut integritas penyelenggara negara. Gelombang penindakan terbukti sudah menembus berbagai lini sejak 9 hingga 10 Januari 2026, saat delapan oknum terseret skandal dugaan suap pemeriksaan pajak di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Menyusul kemudian, 19 Januari 2026, Wali Kota Madiun, Maidi, dicokok terkait dugaan pemerasan bermodus imbalan proyek dan dana tanggung jawab sosial perusahaan. Bersamaan dengan itu, jerat hukum menyergap Bupati Pati, Sudewo, akibat indikasi memeras bawahan demi kursi jabatan perangkat desa. Keduanya resmi menyandang status tersangka sehari berselang.

Kerusakan moral aparatur merambat cepat menyentuh sektor vital lainnya. Praktik manipulasi restitusi pajak di Banjarmasin hingga skandal impor barang tiruan yang melibatkan mantan petinggi Bea Cukai, Rizal, sukses dibongkar penyidik, 4 Februari 2026.

Benteng keadilan turut runtuh ketika mafia sengketa lahan seluas 6.500 meter persegi di Pengadilan Negeri Depok digulung, 5 Februari 2026. Insiden ini menyeret Ketua PN, I Wayan Eka Mariarta, wakilnya, Bambang Setyawan, serta pihak swasta sebagai tersangka.

Ironisnya, budaya koruptif terus berlanjut hingga bulan suci Ramadan saat Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, resmi diumumkan sebagai tersangka rasuah pengadaan tenaga alih daya, 3 Maret 2026.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Cendekia
wwwwww