Karhutla Riau Mengganas Lagi, Kebun Kelapa Rakyat di Pulau Terluar Jadi Arang
![]() |
| Upaya Pemadaman Kebakaran Hutan oleh Satgas Karhutla Riau. (Dok Lanud Roesmin Nurjadin) |
PEKANBARU – Ambisi pembukaan lahan dengan cara membakar kembali membawa petaka bagi ekosistem Riau. Kali ini, Pulau Mendol di Kabupaten Pelalawan nyaris hangus total setelah si jago merah melahap ratusan hektar lahan gambut dan perkebunan kelapa milik masyarakat di Desa Teluk Beringin.
Kebakaran yang terjadi sejak awal pekan ini diduga kuat dipicu oleh aktivitas pembersihan lahan (land clearing) yang mengabaikan faktor cuaca. Angin kencang di wilayah pesisir dengan cepat mengubah api kecil menjadi kobaran besar yang menghancurkan komoditas unggulan warga di pulau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga tersebut.
Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto menjelaskan bahwa empat Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni, mulai dari Dumai hingga Batam, telah dikerahkan ke titik-titik krusial.
"Pulau Mendol merupakan salah satu daerah penghasil kelapa yang penting dan wilayah terluar yang dekat dengan negara tetangga. Kami terus mengerahkan personel dan peralatan untuk memastikan api padam sepenuhnya," jelas Ferdian, Rabu (11/2/2026).
Kondisi tidak kalah genting terjadi di Rokan Hilir. Tim Manggala Agni Daops Dumai kini harus bertaruh nyawa di Desa Rantau Bais untuk mematikan "kepala api" yang terus bergerak. Minimnya sumber air dan akses jalan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam membuat petugas terpaksa melakukan pemadaman manual di atas lahan gambut dalam yang sangat mudah terbakar.
Sementara itu, di Kabupaten Bengkalis dan Siak, tim gabungan TNI, Polri, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) tengah berjibaku melakukan proses pendinginan atau mopping up. Langkah ini sangat krusial dilakukan untuk menyisir sisa bara yang tersembunyi di kedalaman gambut agar tidak memicu kebakaran susulan (re-burning).
Tak hanya di daratan Sumatra, api juga mulai merambah kawasan Hutan Lindung Tiban di Kota Batam, Kepulauan Riau. Munculnya titik api di kawasan konservasi ini menjadi alarm keras bagi otoritas setempat untuk memperketat patroli di tengah cuaca kering yang ekstrem.
Pemerintah kini dituntut bertindak lebih tegas terhadap pelaku pembakaran lahan. Jika pemadaman intensif ini gagal meredam titik api, dikhawatirkan bencana kabut asap akan kembali melintasi batas negara dan merusak citra Indonesia di mata internasional.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | liputan6.com |
| Kategori | : | Warga Bertuah, Riau |











