Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
17 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
20 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
17 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Kontingen Indonesia Pakaian Adat Borneo di Pembukaan ISG Riyadah 2025

Kontingen Indonesia Pakaian Adat Borneo di Pembukaan ISG Riyadah 2025
Kontingen Indonesia gunakan pakaian adat dayak Borneo. (NOC Indonesia)
Sabtu, 08 November 2025 17:39 WIB
Penulis: Azhari Nasution
RIYADH – Defile Kontingen Indonesia tampil memukau dalam upacara pembukaan Islamic Solidarity Games (ISG) 2025 yang digelar megah di Al-Janadriyah, Riyadh, Arab Saudi. Dalam parade peserta, kontingen Merah Putih menampilkan pakaian adat khas Kalimantan (Borneo) sebagai simbol kejayaan, kehormatan, dan kekayaan budaya bangsa.

Kontingen Indonesia yang dipimpin langsung oleh Chef de Mission (CdM) Endri Erawan terdiri atas 11 personel yang terdiri dari atlet, pelatih, official dan tim headquarter. Atlet renang Flairene Candrea Wonomiharjo dipercaya menjadi pembawa bendera Merah Putih, berdampingan dengan pelatih Albert Christiandi Susanto yang keduanya mengenakan busana adat Dayak dari Kalimantan.

Busana Dayak yang mereka kenakan bukan sekadar pakaian tradisional, melainkan representasi nilai-nilai luhur Nusantara. Motif khas Dayak melambangkan keberanian, ketangguhan, semangat juang dan nilai-nilai yang juga menjadi karakter utama para atlet Indonesia di setiap pertandingan.

Warna-warna cerah seperti merah, kuning, dan emas melambangkan kekuatan, kejayaan, dan kebanggaan nasional, sekaligus menegaskan identitas Indonesia yang berani dan berwibawa di kancah internasional.

Bagi Flairene, momen ini menjadi yang kedua kalinya ia dipercaya membawa bendera Merah Putih di opening cermony multievent olahraga internasional, setelah SEA Games Kamboja 2023.

“Menjadi pembawa bendera selalu menjadi kehormatan luar biasa. Kali ini, mengenakan pakaian adat Borneo menambah rasa bangga saya sebagai atlet Indonesia. Semoga penampilan ini bisa menjadi simbol semangat solidaritas dan kebersamaan di antara negara-negara Islam,” ujar Flairene.

Sementara itu, CdM Endri Erawan tampil mengenakan pakaian adat Kutai Kartanegara asal Kalimantan Timur. Sebagai salah satu kerajaan Islam tertua di Nusantara, busana adat Kutai Kartanegara menggambarkan kejayaan dan martabat bangsa yang berakar pada nilai-nilai luhur.

Dominasi warna emas dan hitam melambangkan kemegahan dan wibawa, sementara ornamen khas Dayak dan Melayu Kutai menjadi simbol keteguhan dan kekuatan hati.

“Keluarga besar saya asli Kutai Kartanegara dan sangat bangga mengenakan pakaian adat ini di hadapan ribuan orang. Ini bukan sekadar busana, melainkan representasi semangat dari Borneo untuk dunia yang menunjukkan bahwa Kalimantan adalah bagian penting dari mozaik kebangsaan Indonesia yang bersinar di setiap cabang olahraga,” kata Endri.

Endri menambahkan, dalam kemegahan busana adat tersebut tersimpan pesan kuat bahwa prestasi bukan semata soal medali, melainkan tentang menjaga kehormatan bangsa dan menampilkan karakter bangsa Indonesia yang berani, beradab, dan berbudaya.  ***

wwwwww