Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
17 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
2
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
3
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
17 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
4
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
5
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Sumur Minyak Meledak di Belakang Rumah, Warga Blora Jadi Korban Aktivitas Ilegal

Sumur Minyak Meledak di Belakang Rumah, Warga Blora Jadi Korban Aktivitas Ilegal
Peristiwa tragis ini terjadi akibat kebakaran hebat di sumur minyak ilegal yang hanya berjarak beberapa meter dari rumah penduduk.
Senin, 18 Agustus 2025 15:19 WIB

BLORA – Tiga warga tewas dan puluhan lainnya mengungsi akibat kebakaran hebat di sumur minyak ilegal yang terletak di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu (17/8/2025) di lokasi pengeboran yang hanya berjarak beberapa meter dari rumah penduduk.

Bupati Blora, Arief Rohman, mengonfirmasi bahwa sumur yang meledak itu merupakan milik warga dan belum memiliki izin resmi.

“Lahannya ini lahan masyarakat. Jadi memang boleh dikata ini sumur masyarakat yang belum legal,” kata Arief saat meninjau lokasi, Senin (18/8/2025).

Pemerintah Kabupaten Blora langsung memerintahkan penghentian seluruh aktivitas pengeboran minyak rakyat di wilayah itu, sambil menunggu pemenuhan izin yang sesuai regulasi. 

“Saya minta masyarakat bisa menahan diri dulu. Kita punya Permen 14 soal sumur masyarakat. Kalau izinnya belum ada, jangan beroperasi dulu,” tegasnya.

Kebakaran dipicu oleh semburan gas beracun yang tidak terdeteksi saat pengeboran berlangsung. Percikan api menyulut gas dan menyebabkan ledakan, menewaskan Tanek (60), Sureni (52), dan Wasini (50). Ketiganya berada hanya lima meter dari titik sumur.

“Bu Tanek langsung meninggal. Bu Sureni dan Bu Wasini meninggal menyusul di waktu berbeda,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Blora, Mulyowati.

Kronologi ledakan menunjukkan adanya aktivitas warga yang mengambil minyak mentah saat terjadi blow out. Minyak yang menyembur deras justru memicu kobaran api yang makin meluas.

“Minyaknya seperti keran dibuka. Beberapa orang sempat mengambil, tanpa sadar risikonya besar,” jelas Mulyowati.

Sedikitnya 50 kepala keluarga harus meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat kerabat. Kebakaran juga menyebabkan sejumlah rumah warga rusak. Upaya pemadaman masih berlangsung hingga Senin, dengan menutup titik sumur menggunakan tanah.

Pihak kepolisian kini melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pengeboran ilegal tersebut. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww