Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
2
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
3
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
6 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
3 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
6
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Football Institute: Hukuman PSS Sleman Hanya Sebatas Potong Poin?

Football Institute: Hukuman PSS Sleman Hanya Sebatas Potong Poin?
Budi Setiawan. (Ist)
Selasa, 06 Agustus 2024 15:33 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Hari Jum’at, 9 Agustus 2024,  Liga 1 Indonesia akan kick off. Berbagai persiapan telah dilakukan mulai dari managers meeting, refreshing match com hingga rencana presscon LIB - BRI yang dilaksanakan hari ini (Selasa, 6 Agustus 2024).

Meskipun semua persiapan sudah dilakukan ada hal yang mengganjal karena ada urusan musim kompetisi sebelumnya yang masih belum selesai dan hingga kini belum diputus. Yakni, status hukum PSS Sleman yang belum juga diputuskan oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Seperti diketahui PSS Sleman terbukti secara hukum, sah dan meyakinkan terbukti melakukan match fixing melalui Pengadilan Negeri Sleman. Hal ini masih menyisakan ganjalan karena Komdis PSSI seolah mengulur waktu terhadap kepastian hukum PSS Sleman.

Ketika dihubungi melalui sambungan telpon, Founder Football Institute Budi Setiawan yang vokal berbicara tentang penegakan disiplin menyampaikan bahwa dirinya agak pesimis bahwa Komdis PSSI akan memberikan hukuman yang sepatut dan sepantasnya bagi pelaku match fixing.

"Sebenarnya saya sudah agak malas berbicara tentang status hukum PSS Sleman, karena Komdis PSSI terkesan melindungi pihak tertentu dan tidak menunjukkan keseriusan serta atensi tinggi terhadap kasus ini," kata Budi Setiawan.

"Dugaan saya Komdis PSSI tidak akan memberikan hukuman degradasi kepada PSS Sleman dengan segala argumentasi. Dari sumber yang terpercaya hukuman untuk PSS Sleman hanya sebatas potong poin dan potongan poinnya juga tidak signifikan, tidak sampai 12 point," tambahnya.

Bagi Budi Setiawan, jika benar PSS Sleman hanya mendapat potongan poin atas kesalahan fatal yang diharamkan dalam dunia sepakbola itu artinya level kesalahannya setaraf dengan hukuman tidak hadir dalam pertandingan.

"Apakah hukuman bagi klub pelaku match fixing sebanding dengan hukuman potong poin? Kita tunggu saja hasil sidang Komdis PSSI dalam satu atau dua hari ini. Yang jelas putusan terkait PSS Sleman akan ditetapkan sebelum kick off Liga 1,” tutup Budi. ***

wwwwww