Sarwendah Layangkan Somasi, Geram Difitnah Punya Hubungan Khusus dengan Bertrand Peto
![]() |
| Sarwendah. (Ist) |
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Sarwendah, selebriti sekaligus ibu tiga anak, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah melayangkan somasi kepada sejumlah akun media sosial yang diduga telah memfitnahnya. Di tengah hiruk pikuk kasus ini, Sarwendah menyuarakan pentingnya literasi digital untuk mencegah penyebaran informasi palsu dan fitnah.
Dalam konferensi pers di kawasan Kedoya, Jakarta Barat, baru-baru ini, Sarwendah mengungkapkan kekesalannya terhadap fitnah yang menuduhnya memiliki hubungan khusus dengan anak angkatnya, Betrand Peto. Bersama tim kuasa hukumnya, ia menuntut klarifikasi dari pemilik akun-akun tersebut dalam waktu 3x24 jam.
"Karena ini masalah sudah bergulir lama sekali dan akhirnya saya memberanikan diri untuk mengambil tindakan tegas," ujar Sarwendah dengan tegas. "Kenapa tegas? Karena berita ini sudah berlarut terlalu lama dan sudah sangat mengganggu saya dan mengganggu anak-anak saya."
Sarwendah juga menyadari dampak psikologis yang bisa timbul pada anak-anaknya akibat berita fitnah tersebut. "Dengan kayak gini saya mau mengklarifikasi semuanya, apa yang diomongin orang itu fitnah dan saya harus bertindak supaya kedepannya nanti tidak mengganggu anak-anak saya dan keluarga," jelasnya lagi.
Dalam kesempatan itu, pengacara Sarwendah, Abraham Simon, membacakan somasi terbuka yang ditujukan kepada lima akun TikTok yang dianggap menyebarkan fitnah. Sarwendah meminta pemilik akun-akun tersebut untuk meminta maaf secara terbuka dan menghapus konten yang menuduhnya, dengan ancaman akan melaporkan ke pihak berwenang jika permintaan ini tidak dipenuhi.
Di balik langkah tegasnya, Sarwendah juga menekankan pentingnya literasi digital di masyarakat. "Masyarakat harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan menyaring informasi yang mereka terima dan sebarkan," kata Sarwendah. "Kita perlu mendidik generasi muda tentang dampak negatif dari penyebaran fitnah dan informasi palsu."
Kasus yang dialami Sarwendah ini menggambarkan betapa pentingnya tanggung jawab dalam bermedia sosial. Edukasi mengenai literasi digital dan etika penggunaan media sosial menjadi semakin mendesak di era digital saat ini. Hal ini bukan hanya untuk melindungi individu dari fitnah dan berita palsu, tetapi juga untuk menjaga keharmonisan sosial di dunia maya.
Dengan demikian, tindakan Sarwendah bukan hanya untuk melindungi dirinya dan keluarganya, tetapi juga sebagai pengingat bagi masyarakat luas akan pentingnya literasi digital.
"Semoga langkah saya ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial," tutup Sarwendah. (Yazid N). ***
| Kategori | : | Kabar Bertuah, Kampus, Cendekia, Binawidya |











