Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
2
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
3
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
4 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
1 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
6
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Kerugian Nasabah Bank Nagari Akibat Skimming Capai Rp1,5 Miliar

Kerugian Nasabah Bank Nagari Akibat Skimming Capai Rp1,5 Miliar
Direktur Utama Bank Nagari Muhammad Irsyad (tengah) saat konferensi pers di Padang, Kamis (12/5/2022). (antara/mutiara)
Jum'at, 13 Mei 2022 07:20 WIB
PADANG – Direktur Utama Bank Nagari Muhammad Irsyad dalam jumpa pers yang digelar di Padang, Kamis 12/5/2022) mengatakan, jumlah kerugian yang dialami nasabah korban skimming mencapai Rp1,5 miliar.

"Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, jumlah kerugian seluruh nasabah mencapai Rp1,5 miliar dengan total korban skimming 141 nasabah," ucapnya.

Ia juga menjelaskan kronologi kejadian skimming tersebut dimana laporan nasabah mulai terjadi pada tanggal 5 Mei dan langsung di tindak lanjuti pihak bank untuk me non aktifkan tranksaksi seluruh nasabah yg pakai kartu magnetik stripe pada hari tersebut.

Irsyad mengatakan akan menjamin 100 persen penggantian uang nasabah yang diambil oleh pelaku kejahatan skimming.

"Penggantian uang nasabah telah mulai dilakukan hari ini, nasabah tinggal isi form pengaduan dan pernyataan dan uangnya kami masukkan ke rekening yang bersangkutan," katanya.

Dari penelusuran kamera cctv, pihaknya menduga pelaku skimming adalah WNA, dan foto pelaku sudah dilaporkan ke pihak terkait dengan harapan pelaku segera ditangkap.

Ia juga menegaskan jika kasus yang dialami oleh Bank Nagari bukanlah kasus pembobolan sistem bank melainkan pencurian pada data kartu ATM dan PIN yang dipegang oleh nasabah yang disebut skimming.

Modus skimming yang dilakukan dengan meletakkan alat pembaca data nasabah yang disebut skimmer di tempat memasukkan kartu, serta dilengkapi satu kamera pengintai kecil pada tempat menekan PIN.

Kemudian, dari penelusuran, pelaku melakukan penggandaan kartu dan menarik dana korban di luar Sumbar yakni di Bali, Purwakarta, dan Surabaya.

"Transaksi tidak dilakukan di Sumbar tapi dari data yang kami lihat, transaksi di transfer ke salah satu perusahaan bitcoin di Indonesia," ujarnya.

Langkah awal yang dilakukan Bank Nagari terhadap kasus tersebut yakni menutup seluruh transaksi yang menggunakan kartu jenis Magnetic Stripe di hari yang sama usai menerima laporan dari nasabah.

Ia mengimbau nasabah untuk lebih banyak menggunakan transaksi baik dalam hal pembelian, pembayaran, transfer dan lainnya secara digital agar terhindar dari tindak kejahatan skimming. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:sumbar.antaranews.com
Kategori:Warga Bertuah, Binawidya, Kulim
wwwwww