Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
15 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
12 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
12 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Marpoyan Damai

Cegah Penyakit Mulut dan Kuku, Agam Data Asal Usul Sapi

Cegah Penyakit Mulut dan Kuku, Agam Data Asal Usul Sapi
Sapi (net)
Jum'at, 13 Mei 2022 14:09 WIB
LUBUKBASUNG - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat mendata asal usul sapi yang masuk ke daerah itu dalam mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sedang mewabah di Indonesia.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Agam, Emrizal di Lubukbasung, Jumat, mengatakan pendataan asal sapi itu dilakukan oleh penyuluh peternakan di setiap Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

"Penyuluh peternakan melakukan pendataan ke seluruh kandang sapi milik peternak di daerah itu," katanya.

Ia menambahkan penyuluh peternakan juga melakukan pengawasan asal sapi di pasar ternak di daerah itu dan ini berhubungan permintaan sapi cukup tinggi menjelang Idul Adha.

Selain itu, menyemprotkan cairan disinfektan ke kandang sapi milik warga dan saat ini persediaan disinfektan masih terbatas.

Pemkab Agam masih menunggu bantuan disinfektan dari Pemprov Sumbar termasuk baju hazmat dan alat kesehatan lainnya.

"Kita juga menunggu instruksi dari Gubernur Sumbar terkait pelaksanaan penanganan PMK," katanya.

Ia mengakui saat ini belum ditemukan PMK di Agam.

Meskipun bisa menyebabkan ternak meninggal, namun PMK tersebut tidak menular pada manusia apabila memakan daging sapi tersebut.

"PMK tidak menular ke manusia apabila memakan daging sapi," katanya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:sumbar.antaranews.com
Kategori:Pasar & Niaga, Binawidya, Marpoyan Damai
wwwwww