KTP-el Punya Kesan Negatif di Papua, Kadis Dukcapil Paniai Berhasil Gunakan Sebutan 'Kartu Bantu'
![]() |
| Antusiasme masyarakat Papua melakukan perekaman KTP-el di Kantor Dinas Dukcapil Paniai, Papua. (foto: ist./disdukcapil paniai) |
"Kini masyarakat membludak antusias mau berebut duluan minta dilayani." kata Washinton sebagaimana dikutip GoSumbar.com di Jakarta.
Washinton menuturkan, sebelumnya ada beberapa alasan masyarakat Papua enggan melakukan perekaman, diantaranya adalah kesan negatif terhadap KTP-el.
"Selama ini sebutan KTP berarti ada kesan negatif, di dalam ada chip/setan dan lain-lain. Saya ganti sebut kartu bantu karena bisa bantu dipakai di bank, rumah sakit, bandara, kuliah dan seterusnya," tutur Washinton.
Selain itu, sebelumnya ada juga anggapan masyarakat Papua bahwa rekam biometrik irish mata akan menghisap darah. "Saya katakan rekam KTP tidak mengandung hal negatif. Akhirnya saya lakukan perekaman secara terbuka, semua bisa lihat sembari menjelaskan tidak ada isap darah waktu lakukan rekam iris mata," tutur Washinton.
Kadis Washinton mengakui, masih sangat banyak kekurangan termasuk internal pegawai, kondisi kantor, keamanan, peralatan. "Tapi secara bertahap, kami benahi.".***
| Editor | : | Muhammad Dzulfiqar |
| Kategori | : | Balai Kota, Kampus |











