Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
2
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
3
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
22 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
22 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
6
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Kampus

KTP-el Punya Kesan Negatif di Papua, Kadis Dukcapil Paniai Berhasil Gunakan Sebutan 'Kartu Bantu'

KTP-el Punya Kesan Negatif di Papua, Kadis Dukcapil Paniai Berhasil Gunakan Sebutan Kartu Bantu
Antusiasme masyarakat Papua melakukan perekaman KTP-el di Kantor Dinas Dukcapil Paniai, Papua. (foto: ist./disdukcapil paniai)
Rabu, 27 April 2022 19:48 WIB
PANIAI - Kepala Dinas Dukcapil Paniai Washinton dalam siaran resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (27/4/2022) mengungkapkan, upaya persuasif pihaknya telah membuahkan hasil. Masyarakat Papua yang dulu menolak perekaman KTP-el kini antusias mendatangi Kantor Dinas Dukcapil Kabupaten Paniai, Provinsi Papua.

"Kini masyarakat membludak antusias mau berebut duluan minta dilayani." kata Washinton sebagaimana dikutip GoSumbar.com di Jakarta.

Washinton menuturkan, sebelumnya ada beberapa alasan masyarakat Papua enggan melakukan perekaman, diantaranya adalah kesan negatif terhadap KTP-el.

"Selama ini sebutan KTP berarti ada kesan negatif, di dalam ada chip/setan dan lain-lain. Saya ganti sebut kartu bantu karena bisa bantu dipakai di bank, rumah sakit, bandara, kuliah dan seterusnya," tutur Washinton.

Selain itu, sebelumnya ada juga anggapan masyarakat Papua bahwa rekam biometrik irish mata akan menghisap darah. "Saya katakan rekam KTP tidak mengandung hal negatif. Akhirnya saya lakukan perekaman secara terbuka, semua bisa lihat sembari menjelaskan tidak ada isap darah waktu lakukan rekam iris mata," tutur Washinton.

Kadis Washinton mengakui, masih sangat banyak kekurangan termasuk internal pegawai, kondisi kantor, keamanan, peralatan. "Tapi secara bertahap, kami benahi.".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Balai Kota, Kampus
wwwwww