Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
14 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
11 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
11 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
6
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Home  /  Berita  /  Kampus

PBB Tetapkan Hari Melawan Islamofobia, LaNyalla Pertanyakan Respons Ormas Islam Indonesia

PBB Tetapkan Hari Melawan Islamofobia, LaNyalla Pertanyakan Respons Ormas Islam Indonesia
Aksi unjuk rasa di Kanada menentang Islamophobia. (foto: dok. ist./wlu.ca)
Selasa, 29 Maret 2022 18:32 WIB
JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesi (DPD RI) AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dalam Muktamar X Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis), Selasa (29/3/2022), mempertanyakan respons organisasi masyarakat (Ormas) Islam Indonesia menyusul ditetapkannya Hari Melawan Islamofobia 15 Maret oleh PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa).

"Saya prihatin dengan organisasi-organisasi Islam di Indonesia yang menyambut dingin penetapan itu. Padahal seharusnya Indonesia yang merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia menyambut dengan suka cita dan gembira," kata LaNyalla sebagaimana dikutip GoSumbar.com.

Keputusan penetapan Hari Melawan Islamofobia, menurut LaNyalla, bagaikan membebaskan umat Islam dunia-Indonesiakhususnya-dari himpitan yang selama ini dirasakan. "Yaitu agenda setting untuk menciptakan ketakutan masyarakat dunia terhadap Islam. Dimana Islam di-stigma sebagai teroris, radikal juga intoleran.".

Selama ini, kata LaNyalla, Islam cenderung dipisahkan dari spirit bernegara. Sampai puncaknya, ada kelompok yang berusaha membenturkan vis-à-vis Pancasila dengan Islam. Padahal, tidak ada satu tesis pun yang menyatakan Islam bertentangan dengan Pancasila.

"Hal itu semua merupakan dampak dari propaganda Islamophobia," ujarnya.

Ia berharap Indonesia segera menindaklanjuti keputusan PBB soal Hari Melawan Islamofobia pada 15 Maret lalu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kampus
wwwwww