Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
14 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
11 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
11 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
6
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Pemda yang Gagal Jaga Stabilitas Pangan akan Diekspos di Media

Pemda yang Gagal Jaga Stabilitas Pangan akan Diekspos di Media
Mendagri Muhammad Tito dalam suatu kesempatan. (foto: ist./puspen kemendagri)
Jum'at, 18 Maret 2022 20:15 WIB
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito dalam keterangannya yang dibaca Jumat (18/3/2022), memastikan akan memantau kinerja pengendalian pangan di setiap daerah dalam waktu satu hingga dua bulan. Pemda yang gagal akan diganjar setimpal.

"Kalau dalam waktu satu bulan (hingga) dua bulan ada daerah yang tidak bisa mengendalikan, ya mungkin saya juga akan kirim surat cinta, surat teguran, dan saya akan ekspose ke media," kata Tito sebagaimana dikutip GoSumbar.com dari Antara.

Tapi bagi daerah yang berhasil menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, Mendagri akan memberikan penghargaan.

Karenanya, Ia meminta agar Satgas Pangan di Pemda bekerja secara paralel dengan Satgas Pangan yang dibentuk kepolisian, mengacu pada tugas masing-masing Satgas.

Mengutip keterangan Puspen Kemendagri, Mendagri Tito mengatakan, "Salah satu masalah yang mendasar bagi bangsa kita dan rakyat kita adalah masalah pangan. Basic-nya kebutuhan dasar, dalam bahasa sehari-hari, bahasa kampung disebut urusan perut. Itu mendasar sekali," katanya.

Sebagai pembina pemerintah daerah, Ia menyatakan, pekerjaan menstabilkan harga pangan perlu ditangani tidak hanya oleh pemerintah pusat tapi juga oleh pemerintah daerah (pemda), baik provinsi maupun kabupaten dan kota.

Jumat tadi, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama kementerian/lembaga (K/L) terkait memang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Harga Pangan. Digelar secara hibrid, Rakor ini dipimpin langsung oleh Mendagri Muhammad Tito dan dihadiri oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi, serta Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi. ***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Balai Kota, Kampus
wwwwww