Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
3
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
15 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
18 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
15 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

WHO Sebut Mobilitas Warga di Jawa Sudah Meningkat Seperti Tak Ada Pandemi

WHO Sebut Mobilitas Warga di Jawa Sudah Meningkat Seperti Tak Ada Pandemi
Aktifitas warga di Pasar Tradisional. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 21 Agustus 2021 04:50 WIB

JAKARTA - Kasus corona di Indonesia menunjukkan perbaikan dalam sepekan terakhir. Peraturan di PPKM Level pun mulai dilonggarkan.

Kini mal sudah bisa beroperasi 50 persen di daerah PPKM Level 4. Tempat ibadah pun demikian.

Tren kasus memang menurun. Namun yang perlu jadi catatan, kematian belum bisa ditekan, masih di atas 1.000-an per hari.

WHO pun menyoroti apa yang terjadi di Indonesia. Terlebih ternyata mobilitas masyarakat pun juga melesat lagi, khususnya di Pulau Jawa.

"Meskipun PPKM tetap dilaksanakan, pemerintah telah mencabut beberapa pembatasan pergerakan sejak 26 Juli. Selanjutnya mobilitas masyarakat meningkat," tulis WHO dalam laporan 18 Agustus dikutip, Jumat (20/8/2021).

Peningkatan mobilitas terutama di stasiun transit dan area ritel. Juga mobilitas ke tempat wisata. "Terjadi di semua provinsi di Jawa dan Bali. Peningkatan signifikan dalam mobilitas masyarakat di ritel dan rekreasi diamati, khususnya di Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah," kata WHO.

Ini harus segera diantisipasi oleh pemerintah. Sebab, peningkatan kasus corona dan kematian terus mengintai ketika mobilitas meningkat. "Peningkatan mobilitas terjadi seperti sebelum pandemi. Formulasi rencana dan tindakan segera sangat penting untuk mengantisipasi dan mengurangi dampak peningkatan mobilitas transmisi dan kapasitas sistem kesehatan di tingkat nasional dan daerah."***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Kuliner
wwwwww