Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
13 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
10 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
10 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
6
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Level PPKM Puluhan Daerah Turun setelah Angka Kematian Tak Dijadikan Indikator

Level PPKM Puluhan Daerah Turun setelah Angka Kematian Tak Dijadikan Indikator
Ilustrasi PPKM. (foto: ist./antara)
Rabu, 11 Agustus 2021 13:29 WIB
JAKARTA - Koordinator PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Level 4 Jawa- Bali, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, terdapat 26 kota dan kabupaten yang level PPKM-nya turun dari level 4 ke level 3 setelah angka kematian dikeluarkan dari indikator penanganan Covid-19.

Dalam lansiran CNNIndonesia yang dikutip GoNEWS.co, Rabu (11/8/2021), Luhut menjelaskan, dikeluarkannya angka kematian dari indikator penanganan Covid-19 lantaran sempat terjadi distorsi penilaian.

"Karena kami temukan adanya input data yang merupakan akumulasi angka kematian selama beberapa minggu ke belakang, sehingga menimbulkan distorsi dalam penilaian," kata Luhut.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 sebelumnya mencatat jumlah kematian karena Covid-19 mencapai 35.274 kasus sepanjang Juli 2021. Jumlah ini naik 348 persen dibandingkan Juni 2021.

Berdasarkan data Satgas Covid-19, pada Juni 2021, jumlah kasus meninggal karena Covid-19 sebanyak 7.865 orang. Sementara selama Juli 2021, kasus kematian Covid-19 mencapai 35.274 orang.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:CNNIndonesia
Kategori:Balai Kota, Kampus
wwwwww