Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
3
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
18 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
21 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
18 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Terhenti di Semifinal, "The Daddies" Fokus Perebutan Medali Perunggu

Terhenti di Semifinal, The Daddies Fokus Perebutan Medali Perunggu
(foto: ist.)
Jum'at, 30 Juli 2021 20:47 WIB
TOKYO - Ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dipaksa mengubur asa untuk menaiki podium tertinggi Olimpiade 2020 Tokyo . 'The Daddies' kini langsung fokus menyiapkan diri menghadapi laga perebutan medali perunggu kontra pasangan Malaysia Aaron Chia/Wooi Yik Soh, Sabtu (31/7/2021).

Ahsan/Hendra yang tampil sebagai unggulan kedua dipaksa mengakui kehebatan Yang Lee/Chin-Lin Wang dengan skor 11-21, 10-21 dalam laga semifinal berdurasi 28 menit di Musashino Forest Sport Plaza, Jumat (30/7/2021).

"Terima kasih masyarakat Indonesia untuk dukungannya. Mohon maaf kami terhenti di semifinal. Mohon doanya untuk laga perebutan medali perunggu," kata Hendra kepada Tim Media NOC Indonesia usai pertandingan, sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

Hendra menjelaskan kekalahan kali ini dikarenakan penampilan Yang/Chin-Lin yang lebih baik. Pertahanan lawan, kata Hendra, sulit ditembus meskipun mereka sudah mencoba berbagai pola permainan.

"Lawan bagus. Kami sudah menyiapkan strategi dan tak jalan. Kami tertekan sejak awal," kata Hendra.

Ahsan meluruskan, tekanan yang dimaksut bukan dikarenakan beban medali emas yang dibebankan kepada sektor ganda putra. Ahsan/Hendra secara tak langsung tampil sebagai tulang punggung, khususnya setelah unggulan wahid dunia dari Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo terhenti di perempat final.

"Bukan karena pressure (target emas). Secara mental kami siap, tetapi kenyataan di lapangan memang lawan menekan kami dengan pola permainannya," ungkap Ahsan.

"Ini masalah teknis di lapangan, kami tertekan di lapangan bukan karena kami diandalkan. Lawan menekan kami banget. Saya rasa ini adalah laga paling sulit dari pertemuan kami sebelumnya. Kami mencoba segala cara, tetapi tak ada celah," imbuhnya.

Dalam laga perebutan medali perunggu, Ahsan/Hendra bertemu Aaron/Wooi. Pasangan negeri jiran ini kalah 22-24, 13-21 dari unggulan tiga China Jun Hui Li/Yu Chen Liu di semifinal. Pada fase Grup D Olimpiade Tokyo, Ahsan/Hendra pernah mengalahkan Aaron/Wooi dengan skór 21-16, 21-19.

Meski demikian, pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi mengatakan laga perebutan perunggu besok berbeda dengan fase grup. Aaron/Wooi juga tak bisa dianggap enteng. Apalagi, pasangan Malaysia ini juga berhasil menyingkirkan 'The Minions'.

"Bertemu pasangan Malaysia, belum tentu bisa menang. Atmosfernya berbeda karena sudah perebutan medali perunggu. Yang sudah terjadi, biarlah lewat. Semoga malam ini, Ahsan/Hendra bisa kembali tenang dan semangat sehinga mereka bisa menjaga pikiran dan fokus untuk mendapat medali perunggu. Motivasi ini yang harus dipertajam," kata Herry.

"Sebagai pelatih, saya juga harus mengoreksi, mencari kelemahan lawan dan mencari cara untuk mengatasi mereka," katanya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Gelanggang
wwwwww