Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
12 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
9 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
9 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
6
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Mengenal Alya Lawindo, Gadis Minang yang Jadi Guru Ngaji Alquran di Amerika Serikat

Mengenal Alya Lawindo, Gadis Minang yang Jadi Guru Ngaji Alquran di Amerika Serikat
Alya Lawindo. (VOA Indonesia)
Jum'at, 30 Juli 2021 02:48 WIB

NEWYORK - Mencari penghidupan di tanah perantauan memang tak mudah. Budaya dan jati diri dari tanah kelahiran bisa perlahan memudar.

Namun, cerita sosok gadis cantik Alya Lawindo tidak demikian. Tinggal di Amerika Serikat, justru membuatnya kian teguh pada keyakinan serta budaya milik nenek moyang, tanah Minang.

Ia berteguh hati menjadi guru mengaji sejak remaja. Alya juga merupakan gadis yang aktif mengenalkan budaya Minang di Negeri Paman Sam. Berikut ulasan selengkapnya, dilansir dari kanal YouTube VOA Indonesia, Kamis (29/7/21).

GoNews Alya Lawindo. (VOA Indonesia)
Alya Lawindo. (VOA Indonesia)

Lahir dan tumbuh di Amerika Serikat tak membuat Alya buta hati dengan asal usulnya. Meski masih muda, Alya berpegang teguh pada pendiriannya, menjadi muslim.

Bahkan, gadis cantik yang kini tinggal di Virginia ini rutin mengajarkan anak-anak untuk mengaji secara virtual. Ia mengaku senang dapat melihat anak kecil belajar mengaji. "Rasanya senang melihat anak-anak kecil belajar mengaji," terangnya.

Hal ini tak jauh dari pengaruh positif yang dibangun keluarga Alya. Sejak kecil, Alya sering melihat sang ibunda saat mengajar mengaji di suatu lembaga pendidikan agama.

Menginjak remaja, timbul niat dari Alya sendiri untuk mengikuti jejak sang ibunda.

"Apalagi karena bunda dari dulu pernah jadi guru mengaji di madrasah bertahun-tahun. Waktu Alya remaja, Alya berpikir mungkin sudah waktunya untuk mengajari anak apalagi untuk komunitas anak Indonesia di Amerika," terangnya.

GoNews Alya Lawindo. (VOA Indonesia)
Alya Lawindo. (VOA Indonesia)

Berkat perhatiannya terhadap anak-anak kecil dan agama Islam, Alya diganjar dengan penghargaan. Pada tahun 2019, Alya diberi penghargaan sebagai relawan muda.

Indonesian Muslim Association in America (Imaam) Center, organisasi yang mengelola madrasah, merasa bangga dengan kiprah Alya di dunia pendidikan dan agama Islam di Amerika Serikat.

Selain mengajarkan baca Alquran bagi anak-anak muslim, Alya juga dikenal sebagai gadis yang aktif melestarikan budaya miliknya sendiri. Alya aktif mengenalkan budaya Minang sejak berusia 6 tahun.

Bersama orang tua, Alya berhasil mendirikan sebuah komunitas bernama 'Rumah Gadang' di Amerika Serikat. Sang ayah menilai, budaya sendiri memang harus diajarkan kepada putra putrinya agar tak lupa dengan jati diri.

"Itu saya ajarkan semenjak 6 tahun. Ini kalau kami tidak mengajarkan, kita akan kehilangan generasi, mereka kenalnya budaya Amerika saja," terang sang ayah.

"Bila dekat, saling berkunjung. Bila jauh, saling berkabar. Tanda cinta pada ranah Minang, jangan lupakan adat budaya," pesan Alya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Binawidya, Kuliner, Kabar Bertuah
wwwwww