Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
15 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
12 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
12 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Hukum

Rektor Komaruddin Senang Kampus UIII Dikunjungi Menpora Amali

Rektor Komaruddin Senang Kampus UIII Dikunjungi Menpora Amali
Menpora Zainudin Amali bersama Rektor Kampus UII, Komarudin Hidayat. (Dok. Kemenpora)
Kamis, 17 Juni 2021 00:07 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Prof. Dr. Komaruddin Hidayat menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kehadiran Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali yang meninjau secara langsung proses pembangunan kampus yang dipimpinnya di Depok, Jawa Barat, Rabu (16/6/2021). 

Komaruddin mengatakan kampus UIII ini nantinya akan ada banyak program yang berkaitan dengan pembinaan pemuda dan itu berada dibawah kewenangan Menpora Amali. 

"Saya senang sekali dengan kedatangan Pak Menpora karena sesungguhnya kampus ini punya program yang sangat berkaitan dengan program pembinaan pemuda Indonesia. Misalnya, kami bisa menyelengarakan beberapa program leadership center training,  kami bisa mengadakan berbagai pelatihan antar pemuda ASEAN juga pemuda-pemuda antar aktivis, kampus, ormas bisa di sini," kata Komaruddin. 

Selain itu, di kampus nantinya para pemuda akan diajak untuk berpikir secara global dan berpikir nasional kultural. Dengan demikian, akan muncul tokoh-tokoh pemuda yang sejak awal banyak bergaul dan tidak hanya bergaul dengan satu kelompok saja, karena itu yang membuat orang ekstrim ekslusif. 

"Kalau kita terbiasa bergaul, berdiskusi, dengan lintas profesi, kelompok, golongan bangsa, mereka akan punya wawasan lebih global," pungkasnya. 

Selain itu, Komaruddin berharap Menpora Amali dapat menciptakan sport center di kampus ini yang fungsinya tidak hanya untuk mahasiswa, tapi juga untuk masyarakat sekitar. 

"Sehingga kampus ini juga menjadi tempat rekreasi dan tempat olahraga. Syukur-syukur nanti ada semacam food court, sehingga di sini suasana nyaman, enak sehat, dan intelektual," jelasnya. 

Dia pun memberi pujian kepada Menpora Amali atas respon yang diberikan saat mendengar paparannya.  "Pak menteri sangat suportif, pak menteri seorang aktivis pemuda, leadershipnya bagus. Mereka ingin di kampus ini nanti muncul tokoh-tokoh pemikir yang punya wawasan global, universal, plural. Pak menteri sangat mendukung," jelasnya. 

Untuk mahasisiwa, Dia mengatakan kampus ini akan menerima mahasiswa dalam negeri dan luar negeri. Namun, untuk saat ini karena situasi masih pandemi diutamakan dalam negeri. 

"Kalau mahasiswa itu kan internasional dan nasional, dosennya begitu tapi tentu kita bertahap ya. Karena situasi pandemi, maka untuk yang pertama kita utamakan anak-anak Indonesia," ujarnya. 

Namun bila nanti pandemi sudah mulai menurun, maka diharapkan ada mahasiswa luar negeri yang belajar di Indonesia. 

"Dengan demikian, orang ke Indonesia tidak hanya ingin wisata ke Bali. Tapi juga ingin belajar, ingin riset, Indoneisa banyak dikagumi negara lain. Tapu tidak ada tempat, kampus untuk mereka riset dan belajar. Nah ini tempatnya," pungkasnya. 

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali yang didampingi Asisten Deputi Standarisasi dan Infrastuktur Olahraga (SIOR), Firtian Judiswandarta saat meninjau proses pembangunan kampus ini mengaku kagum dengan visi dan misi kampus UIII. Terlebih didukung dengan fasilitas lengkap yang kini masih dalam proses pembangunan. 

"Saya kaget dan ini sangat luar biasa. Bangunan secara fisiknya yang dipersiapkan dari luar saya kagum. Begitu saya dijelaskan tujuan pendirian UIII ini dan juga misinya apa. Saya susah melukiskan dengan kata-kata karena kampus inilah yang kita butuhkan," katanya. 

Menurut Amali, Indonesia sebagai negara dengan muslim yang terbesar di dunia dan negara demokrasi dengan prulasisme dan berbagai latar belakang budaya serta agama maka pendirian kampus ini sebagai pusat untuk belajar sangat tepat. 

"Orang di luar sana terkagum dengan kehidupan demokrasi dan religuius yang ada di Indonesia. Tetapi mereka belum ada tempat untuk belajar, meneliti jawabanya Universitas Islam Internasional Indonesia," jelasnya. ***

wwwwww