Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
14 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
10 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
10 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
6
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Habib Tito Aji Mengaku Gugup Memulai Debut di IBL 2021

Habib Tito Aji Mengaku Gugup Memulai Debut di IBL 2021
Kamis, 17 Juni 2021 00:03 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Penggawa West Bandits Solo, Habib Tito Aji, mengakui gugup saat melakukan debut di Indonesia Basketball League (IBL) 2021. Meski tak ada penonton, atmosfer liga profesional sangat terasa.

IBL 2021 menjadi musim debut Habib. Di penampilan perdananya ini, Habib tampil tidak mengecewakan.

Pebasket asal Kudus itu mencuri perhatian pada playoff IBL 2021 kala West Bandits Solo menumbangkan Prawira Bandung. Bila mengingat momen pertamanya masuk ke lapangan, Habib tak pernah menyangka bisa memberikan permainan sehebat itu.

“Match pertama saya itu lawan NSH Mountain Gold Timika. Pas mau masuk ke lapangan rasanya gemetaran, gugup, takut melakukan kesalahan,” ujar Habib.

“Perbedaan paling terasa di basket profesional ini intensitasnya. Bodey contact lebih keras,” imbuhnya.

Di musim perdananya, Habib mencatatkan 8,07 poin per gim. Pebasket berusia 23 tahun itu mendapat kepercayaan bermain selama 18,2 menit per gim dari pelatih West Bandits Solo, Raoul Miguel Hadinoto. ***

wwwwww