Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
15 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
19 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
15 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Komisi X DPR Desak Nadiem Ikut Menolak Wacana Pajak Sekolah

Komisi X DPR Desak Nadiem Ikut Menolak Wacana Pajak Sekolah
Mendigbud Nadiem Makarim saat RDP dengan Komisi X DPR RI. (Foto: Istimewa)
Selasa, 15 Juni 2021 16:20 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pemerintah membuka wacana penerapan pajak di bidang pendidikan. Komisi X DPR RI menolak rencana tersebut dalam rapat bersama Mendikbudristek Nadiem Makarim.

Hal ini disampaikan sejumlah fraksi di Komisi X DPR saat rapat bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, di DPR, Selasa (15/6/2021).

Nadiem diminta untuk melakukan lobi ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait pajak ini. "Kami meminta pada mas menteri melakukan hubungan lobi pada Kemenkeu, Bappenas khususnya pada Kemenkeu, bahwa kami Fraksi PDIP menolak kalau pendidikan dikenakan pajak pertambahan nilai," ujar anggota Fraksi PDI Perjuangan Sofyan Tan.

Selain itu, Fraksi NasDem yang diwakili Ratih Megasari menilai rencana tersebut tidak jelas dan bertentangan dengan konstitusi. Dia meminta Nadiem ikut menyuarakan penolakan pajak di bidang pendidikan.

"Kami dari NasDem, Mas Menteri, kami dengan tegas menolak apabila ada rencana pemerintah menaikkan pajak sekolah itu sangat absurd sekali menurut kami, karena ini hal yang sangat kita sayangkan bertentangan dengan konstitusi dan juga kami harap ini tidak diberlakukan. Kami harap Mas Menteri bisa mengambil sikap yang sama dengan kami di Komisi X, satu frekuensi dengan kami juga tidak mendukung wacana kenaikan PPN ini," kata Ratih.

Penolakan juga disuarakan oleh Partai Demokrat dan Partai Gerindra. Anggota Fraksi Demokrat Dede Yusuf, menyebut pajak ini dapat membebankan orang tua murid. "Kami dari Fraksi Partai Demokrat Menolak apabila sekolah diberikan pajak karena saat ini sekolah sudah megap-megap dan juga tidak mungkin nanti menambah beban kepada orang tua," kata Dede.

"Kami dari Fraksi Gerinda menolak keras adanya pajak di bidang pendidikan, pendidikan tugas negara, tapi kalau masyarakat bisa membantu malah dikenakan pajak jadi sangat tidak bagus mereka membantu pendidikan kita malah dikenakan pajak," ujar anggota Fraksi Gerindra Djohar Arifin.

Menanggapi hal tersebut, Nadiem mengatakan akan lebih dulu mengkaji dan melihat situasi terkait rencana pajak tersebut. Selain itu, Nadiem juga menyebut akan membahas ini dengan pemerintah.

"Penambahan pajak PPN untuk sekolah itu tentunya akan kami kaji karena kami juga harus mendalami dahulu untuk melihat situasinya. Tapi pesan itu akan kita bawa ke dalam internal pemerintah," kata Nadiem.***

wwwwww